Show simple item record

dc.contributor.authorDahya, Ikrar Alif Rayhan
dc.date.accessioned2026-07-18T03:33:03Z
dc.date.available2026-07-18T03:33:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64569
dc.description.abstractPotensi bahaya seismik tinggi di Kecamatan Kretek, Bantul akibat Sesar Opak memerlukan evaluasi rigiditas struktural gedung tinggi untuk menjamin kinerja dan keselamatan struktur terhadap guncangan gempa destruktif. Analisis performa dilakukan berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019 dengan menerapkan Analisis Respons Spektrum dan Analisis Linear Time History secara komprehensif. Evaluasi memvalidasi parameter gaya geser dasar, perpindahan lateral, simpangan antar tingkat, serta ketidakberaturan struktur guna mitigasi kegagalan konstruksi melalui simulasi perilaku dinamik presisi. Pendekatan komparatif dan evaluatif diterapkan melalui pemodelan numerik gedung beton bertulang 10 tingkat mengintegrasikan Analisis Respons Spektrum dan Linear Time History Analysis (LTHA) untuk mengevaluasi parameter seismik menyeluruh. Komparasi kedua metode mengkaji konsistensi serta presisi respons dinamik struktur terhadap rekaman gempa aktual, sekaligus mengidentifikasi karakteristik kinerja serta batasan teknis dari masing-masing prosedur analisis diimplementasikan. Gaya geser dasar Analisis Respons Spektrum secara konsisten lebih besar dibandingkan Linear Time History Analysis (LTHA), LTHA merepresentasikan respons deformasi lateral dan simpangan antar tingkat lebih signifikan. Struktur memenuhi stabilitas P–Delta serta ketentuan ketidakberaturan SNI 1726:2019. Berdasarkan kriteria ATC-40, kedua metode menunjukkan tingkat kinerja Immediate Occupancy dengan rasio simpangan di bawah 0,01, mengindikasikan stabilitas dan integritas struktural tetap terkendali. Analisis Respons Spektrum memberikan estimasi gaya geser lebih konservatif, sedangkan LTHA mendeteksi deformasi lateral melampaui limitasi SNI 1726:2019. Meskipun mencapai kinerja Immediate Occupancy, ketidakberaturan sudut dalam menunjukkan perlunya perkuatan diafragma secara spesifik. Peningkatan rigiditas lateral melalui sistem peredam serta implementasi analisis nonlinier diperlukan dalam mengevaluasi perilaku pasca-elastik secara komprehensif dan akurat untuk menjamin kinerja struktur jangka panjang. Langkah ini bertujuan mengantisipasi kompleksitas respons gedung tinggi selama gempa untuk mendukung resiliensi infrastruktur.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRespons Spektrumen_US
dc.subjectTime Historyen_US
dc.subjectKinerja Seismiken_US
dc.subjectSeismik, SNI 1726:2019en_US
dc.subjectATC-40en_US
dc.titleKajian Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang 10 Tingkat pada Wilayah Seismik Tinggi dengan Analisis Respon Spektrum dan Riwayat Waktuen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20511433


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record