| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses degradasi metilen biru melalui
aktivasi oksigen atmosferik menggunakan katalis logam transisi, mengetahui
pengaruh jenis katalis (Ni(II), Mn(II), Cu(II), Zn(II), dan Fe(III)) terhadap kon-
stanta laju degradasi, serta menganalisis perubahan absorbansi metilen biru
menggunakan spektrofotometri UV-Vis sebagai indikator degradasi zat warna. Pen-
gujian dilakukan pada dua kondisi operasi, yaitu tanpa aerasi dan dengan aerasi,
untuk mengevaluasi pengaruh ketersediaan oksigen terhadap laju reaksi, baik pada
sistem logam tunggal maupun kombinasi bimetalik. Hasil menunjukkan bahwa
pada sistem logam tunggal, Zn(II) dan Fe(III) memberikan respons paling signif-
ikan terhadap aerasi, sedangkan Ni(II) menunjukkan aktivitas paling rendah. Pada
sistem bimetalik, pasangan Cu(II)–Mn(II) dan Fe(III)–Mn(II) merupakan kom-
binasi paling efektif dengan konstanta laju reaksi masing-masing sebesar 0,0110
menit−1 dan 0,0065 menit−1 pada kondisi aerasi. Analisis kinetika menunjukkan
reaksi mengikuti model orde satu semu, dengan energi aktivasi (Ea) sistem Cu(II)–
Mn(II) sebesar 7,3335 kJ/mol dan Fe(III)–Mn(II) sebesar 8,6847 kJ/mol. Penelitian
ini memberikan informasi ilmiah mengenai efektivitas katalis logam transisi dalam
degradasi zat warna melalui aktivasi oksigen atmosferik, serta menjadi referensi
pengembangan metode pengolahan limbah berwarna yang sederhana, efektif, dan
ramah lingkungan. Sistem Cu(II)–Mn(II) dengan kondisi aerasi merupakan sistem
paling optimal dan direkomendasikan untuk aplikasi lebih lanjut. | en_US |