Pemanfaatan Ulat Kandang (Larvae Alphitobius Diaperinus) dalam Keberlanjutan Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga
Abstract
Permasalahan sampah organik rumah tangga terus meningkat seiring
pertumbuhan penduduk dan aktivitas wisata. Sampah organuj yang tidak
tertangani dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan
masalah kesehatan. Salah satu alternatif pengelolaan limbah irganuk adalah
pemanfaatan makroorganisme, salahsatunya ulat kandang (larvae Alphitobius
Diaperinus) yang memiliki kekampuan mendegradasi bahan organik
sekaligus menghasilkan biomassa bernilai nutrisi. Penelitain ini bertujuan
untuk mengetahui efektivitas ulat kandang dalam mengurai sampah organik
rumah tangga, menganalisa kandungan protein, serta menilai potensi
akumulasi logam berat pada ulat kandang.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga reaktor dengan pakan
berbeda, yaitu sisa buah nanas, sampah organik rumah tangga, dan pollar,
selama 21 hari. Analisis efektivitas penguraian sampah dilakukandengan
perhitungan Waste Reduction Index (WRI), sementara pengujian protein
dilakukan dengan metode Kjeldahl dan pengujian logam berat menggunakan
Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas tertinggi terdapat pada reaktor
dengan pakan buah nanas (46,53%) dan sampah organik rumah tangga
(46,45%), sedangkan pollar hanya mencapai 3,70%. Kadar protein tertinggi
terdapat pada reaktor dengan pakan buah nanas sebesar 31%, sesuai dengan
standar minimal pakan ternak unggas. Namun akumulasi logam berat juga
ditemukan dengan kadar Pb hingga 37%, Cd 30%, Fe 87% dan Cr 4%. Hal
ini menunjukan bahwa meskipun ulat kandang efektif dalam mendegradasi
sampah organik berpotensi sebagai sumber protein, terdapat risiko
kontaminasi logam berat yang perlu dikendalikan.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
