• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Ulat Kandang (Larvae Alphitobius Diaperinus) dalam Keberlanjutan Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga

    Thumbnail
    View/Open
    21513114.pdf (2.872Mb)
    Date
    2026
    Author
    Nugroho, Andre Daiva
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Permasalahan sampah organik rumah tangga terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas wisata. Sampah organuj yang tidak tertangani dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu alternatif pengelolaan limbah irganuk adalah pemanfaatan makroorganisme, salahsatunya ulat kandang (larvae Alphitobius Diaperinus) yang memiliki kekampuan mendegradasi bahan organik sekaligus menghasilkan biomassa bernilai nutrisi. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ulat kandang dalam mengurai sampah organik rumah tangga, menganalisa kandungan protein, serta menilai potensi akumulasi logam berat pada ulat kandang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga reaktor dengan pakan berbeda, yaitu sisa buah nanas, sampah organik rumah tangga, dan pollar, selama 21 hari. Analisis efektivitas penguraian sampah dilakukandengan perhitungan Waste Reduction Index (WRI), sementara pengujian protein dilakukan dengan metode Kjeldahl dan pengujian logam berat menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas tertinggi terdapat pada reaktor dengan pakan buah nanas (46,53%) dan sampah organik rumah tangga (46,45%), sedangkan pollar hanya mencapai 3,70%. Kadar protein tertinggi terdapat pada reaktor dengan pakan buah nanas sebesar 31%, sesuai dengan standar minimal pakan ternak unggas. Namun akumulasi logam berat juga ditemukan dengan kadar Pb hingga 37%, Cd 30%, Fe 87% dan Cr 4%. Hal ini menunjukan bahwa meskipun ulat kandang efektif dalam mendegradasi sampah organik berpotensi sebagai sumber protein, terdapat risiko kontaminasi logam berat yang perlu dikendalikan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64550
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV