Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Swamedikasi Balita di Dusun Cigadog Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Abstract
Latar belakang: Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri yang umum
dilakukan masyarakat termasuk pada balita. Kesalahan dalam swamedikasi
berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang menjadikan peran
pengetahuan ibu sebagai hal yang krusial. Kondisi tingkat pengetahuan ibu
mengenai swamedikasi pada balita di daerah rural seperti Dusun Cigadog belum
diketahui, sehingga diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi kondisi tersebut.
Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi balita serta
menganalisis hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan
tersebut di Dusun Cigadog, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Metode: Penelitian cross sectional dengan teknik sampel jenuh pada seluruh ibu
yang memiliki balita di Dusun Cigadog (n = 59). Data dikumpulkan menggunakan
kuisioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman, One Way
ANOVA, serta regresi linear berganda.
Hasil: Sebanyak 54,24% ibu di dusun Cigadog memiliki tingkat pengetahuan baik,
23,73% kategori cukup, dan 22,03% ada dalam kategori kurang. Secara simultan,
faktor sosiodemografi yang meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, dan
penghasilan, memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu
terhadap swamedikasi balita (p-value <0,001). Berdasarkan analisis regresi
multivariat, diperoleh persamaan Y = 8,815 + ∑biXi + e yang mengindikasikan
bahwa variabel penghasilan menjadi variabel paling berhubungan (p-value = 0,01).
Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,28 menunjukkan bahwa variabel-variabel
sosiodemografi tersebut berkontribusi sebesar 28% terhadap variasi tingkat
pengetahuan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara faktor sosiodemografi dengan
tingkat pengetahuan ibu terhadap swamedikasi balita di Dusun Cigadog.
Collections
- Pharmacy [2101]
