Show simple item record

dc.contributor.authorSumarlin
dc.date.accessioned2026-07-17T03:23:32Z
dc.date.available2026-07-17T03:23:32Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64513
dc.description.abstractBanyaknya rumah yang hancur pada kejadian gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006 telah menunjukkan bahwa rumah tinggal di Indonesia kebanyakan belum menerapkan teknik pelaksanaan tahan gempa dengan benar. Peningkatan metode pembelajaran teknik pelaksanaan tahan gempa untuk rumah tinggal sederhana masih sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pelaksana bangunan (tenaga kerja konstruksi) rumah tinggal sederhana dengan media video visualisasi sebagai metode pembelajaran yang lebih dinamis dibandingkan dengan media poster/brosur yang lebih statik. Penelitian ini dimulai dengan kajian pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian termasuk video visualisasi yang telah dikembangkan pada penelitian terdahulu. Focus Group Discussion kemudian dipakai untuk mengukur peningkatan pengetahuan para pelaksana bangunan rumah tinggal sederhana di Kabupaten Bantul. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara metode kuesioner yaitu untuk mengetahui informasi/ data yang relevan. Analisis dilakukan terhadap 24 responden. Hasil data akan dianalisis menggunakan program SPSS 17. Dilihat dari kedua hasil penelitian menunjukkan bahwa dari karakteristik (pendidikan, lama kerja dan usia) responden, hanya karakteristik tingkat pendidikaan yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan peningkatan pengetahuan dengan nilai korelasi r = 0,485 (Penelitian Hafiah, 2008) sedangkan r = 0,552 (Penelitian ini) untuk tingkat pengetahuan. Dan nilai korelasi r = 0,602 (Penelitian Hafiah, 2008) sedangkan r = 0,425 (Penelitian ini) untuk peningkatan pengetahuan. Dan dari kedua hasil penelitian tersebut, juga terjadi peningkatan pengetahuan responden yang cukup tinggi dengan selisih sebesar 11,59. Dimana dalam penelitian Hafiah (2008) mempunyai skor rata-rata sebelum tes melalui FGD yaitu 17,45 (39,58%) dari skor total 48. Sedangkan pada penelitian ini mempunyai skor rata-rata sebelum tes melalui FGD yaitu 29,04 (60,42%).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPeningkatan pengetahuan dan tingkat pengetahuanen_US
dc.titleAnalisis Peningkatan Pengetahuan Para Pelaksana Bangunan Menggunakan Pembelajaran Tervisualisasi (Studi Kasus di Kelurahan Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM04511154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record