| dc.description.abstract | Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah sebesar 3.250,00 Ha, dengan penggunaan lahan paling banyak diperuntukkan bagi perumahan, yaitu sebesar 2.103,27 Ha dan bagian kecil berupa lahan kosong seluas 20,20 Ha. Peningkatan jumlah penduduk daerah perkotaan menimbulkan tekanan cukup besar terhadap sumberdaya dan lingkungan perkotaan, salah satu dampak adalah terjadinya konversi lahan. Berkurangnya RTH mengakibatkan terjadinya kenaikan temperature lokal dalam kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan suhu udara, kelembaban udara dan menganalisa tingkat kenyamanan di dua jalan raya tersebut. Lokasi penelitian dilakukan di dua jalan raya, yaitu Jln. Suroto dan Jln. Laksda Adi Sucipto. Waktu pengukuran dilakukan pada waktu pagi (07.00-08.00), siang (12.00-13.00) dan sore hari (17.00-18.00). Penentuan lokasi dua jalan raya tersebut didasarkan pada metode purposif sampling dimana peneliti mempertimbangkan kriteria-kriteria yang terdapat di dua jalan rayan tersebut Pada keadaan suhu udara terhadap keadaan iklim, Jln. Suroto dan Jln. Laksda Adi Sucipto dibagi atas tiga kategori, yaitu agak panas, sangat panas dan panas. Pada siang hari (12.00- 13.00) pada Jln. Suroto dan Jln. Laksda Adi Sucipto di setiap lokasi pengamatan masuk dalam kategori sangat panas, dengan besarnya suhu pada waktu siang hari di Jln. Laksda Adi Sucipto berkisar antara 34,20 C - 350 C, sedangkan pada Jln. Suroto berkisar antara 32,60 C - 33,20 C. Keberadaan RTH memiliki manfaat cukup besar, salah satunya adalah dapat mengatur suhu kota. Pada Jln. Suroto banyak terdapat vegetasi sedangkan pada Jln. Laksda Adi Sucipto relatif jarang terdapat vegetasi. Hasil analisis indeks kenyamanan didapatkan pada Jln. Laksda Adi Sucipto dan Jln. Laksda Adi Sucipto terdapat tiga kategori dalam kategori kenyamanannya, yaitu nyaman, sebagian tidak nyaman dan tidak nyaman. | en_US |