Show simple item record

dc.contributor.authorPrasetya, Areawan
dc.date.accessioned2026-07-16T04:33:17Z
dc.date.available2026-07-16T04:33:17Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64489
dc.description.abstractYogyakarta merupakan kota budaya yang memiliki banyak seniman yang terkenal hingga manca negara. Mereka terlahir bukan saja karena warisan dari pendahulunya, tetapi juga terlahir secara profesional dalam lembaga-lembaga pendidikan resmi yang ada di kota ini. Seniman Jogja banyak menghasilkan karya seni 2D atau seni 3D, untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat biasanya mereka mengadakan pameran. di galeri-galeri atau tempat-tempat yang menjadi rujukan bagi seniman dan penikmat seni berkumpul. Di Yogyakarta banyak terdapat galeri atau bangunan yang memiliki fungsi sama, untuk memamerkan karya seni. Namun demikian galeri tersebut belum mampu mewadahi kebutuhan seniman dalam berpameran dengan baik. Mengingat perkembangan seni serta respon masyarakat dalam mengapresiasinya semakin meningkat, maka diperlukan tempat yang baik untuk menampung hasil karya seniman sekaligus sebagai tempat yang nyaman dalam menikmati karya tersebut, yaitu sebuah galeri yang dapat mewadai berbagai kebutuhan seniman, baik itu seniman muda maupun profesional. Galeri yang baik selain dapat memenuhi standart kebutuhan ruang dan kenyamanan visual, juga memiliki kekhasan tampilan bangunan. Salah satu cara untuk mendapatkan kekhasan tersebut, adalah dengan penggalian khasanah budaya lokal. Yaitu dengan cara penggalian sejarah atau kajian terhadap situs peninggalan masa lalu. Salah satu situs peninggalan masa lalu yang dimiliki kota ini, adalah situs Taman Sari, sebuah situs pribadi kerajaan dari jaman Kesultanan pertama Yogyakarta. Situs ini memiliki banyak pola bangunan; berupa ragam bentuk geometri, ragam hias dan ornamen, simbul, dan lain-lain. Untuk menjadikannya sebagai ide atau gagasan dalam membuat bangunan galeri tersebut, Taman Sari di kaji melalui pendekatan tipologi dan morphology bangunan. Pendekatan metode ini diharapkan dapat melahirkan sebuah bentukan bangunan baru, yang tetap mencitrakan bangunan Taman Sari. Hasil trasformasi bentuk melalui metode ini dapat kita lihat pada bentuk bangunan galeri yang merupakan representasi dari Gapuro Hageng dan Gapuro Panggung, Galeri Seni Rupa Yogyakarta, dibangun ditengah kawasan Kotabaru, tepatnya di area Lapangan Kridosono. Konsep pembuatan bangunan ini akan menyesuaikan dengan desain Tata Guna Lahan, yaitu sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Adapun fungsi yang dikehendaki dalam site tersebut adalah kegiatan-kegiatan yang dapat menyiratkan citra kegiatan pendidikan dan pariwisata/rekreasi aktif maupun pasif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGaleri Seni Rupaen_US
dc.subjectTampilan Bangunanen_US
dc.subjectCitra Taman Sarien_US
dc.titleGaleri Seni Rupa di Yogyakarta: Penekanan pada “Tampilan Bangunan Sebagai Citra Taman Sari”en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM03512151


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record