Formulasi Sediaan Serum Nanoemulsi Minyak Terpentin dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acne
Abstract
Jerawat (acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan salah satu
penyebab utamanya adalah bakteri Propionibacterium acne. Penggunaan antibiotik
jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi sehingga diperlukan alternatif
bahan alami seperti minyak terpentin yang telah dilaporkan memiliki aktivitas
antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serum nanoemulsi
minyak terpentin, menganalisis pengaruh variasi surfaktan terhadap karakteristik
sediaan, serta menguji aktivitas antibakterinya. Metode penelitian meliputi
pembuatan nanoemulsi dan serum dengan variasi surfaktan, karakterisasi fisik
(ukuran partikel, indeks polidispersitas, uji transmitan, uji sentrifugasi, uji tipe
emulsi, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat), uji stabilitas, serta uji aktivitas
antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nanoemulsi memiliki ukuran partikel F1 sebesar 22,3 nm, F2 sebesar 20,4
nm, dan F3 sebesar 20,5 nm dengan nilai PI masing-masing 0,275, 0,0041, dan
0,257. Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan pada pH (0,00043),
viskositas (0,0000307), dan daya lekat (0,00021), namun tidak pada daya sebar
(0,498). Uji stabilitas pH menunjukkan perbedaan signifikan (0,00000000115),
tetapi masih dalam rentang aman. Uji antibakteri juga menunjukkan adanya zona
hambat terhadap Propionibacterium acne dengan peningkatan aktivitas pada
nanoemulsi dibandingkan minyak murni. Namun, aktivitas tersebut mengalami
penurunan setelah diformulasikan menjadi serum, disebabkan oleh peningkatan
viskositas sediaan sehingga menghambat difusi zat aktif.
Collections
- Chemistry [794]
