Burnout pada Petugas Pemadam Kebakaran Ditinjau dari Iklim Organisasi
Abstract
Burnout merupakan masalah yang bisa saja terjadi di tempat kerja. Burnout yang merajalela di lingkungan tempat kerja sangat mengkhawatirkan keadaan suatu organisasi. Salah satu profesi yang rentan mengalami burnout yaitu petugas pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran memiliki beban kerja dan tanggungjawab yang tinggi, sedangkan dukungan dari organisasinya kurang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara iklim organisasi dengan burnout pada petugas pemadam kebakaran. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara iklim organisasi dengan burnout pada petugas pemadam kebakaran. Semakin positif iklim organisasi maka tingkat burnout petugas pemadam kebakaran semakin rendah, Subjek dalam penelitian ini adalah petugas operasional pada Kantor Penanggulangan Kebakaran, Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Yogyakarta yang berjumlah 50 subjek. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari dua skala yaitu skala burnout dan skala iklim organisasi. Skala burnout disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari Maslach dan Jackson (Schabracq, 1996) yang terdiri dari 34 aitem. Sedangkan, skala iklim organisasi disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari Stringer (Wirawan, 2007) yang terdiri dari 26 aitem. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0.152, p = 0.146. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara iklim organisasi dengan burnout pada petugas pemadam kebakaran.
Collections
- Psychology [2617]
