• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Tren Marriage is Scary terhadap Pandangan Pernikahan Mahasiswa Ahwal Syakhshiyah UII (2020– 2024) dalam Perspektif Hukum Islam

    Thumbnail
    View/Open
    22421101.pdf (3.196Mb)
    Date
    2026
    Author
    Rizky, Esty Shofiyati Khasanatur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji pengaruh tren Marriage is Scary di media sosial TikTok terhadap pandangan pernikahan mahasiswa Program Studi Ahwal Syakhshiyah Universitas Islam Indonesia angkatan 2020–2024 dalam perspektif hukum Islam. Narasi pengalaman negatif pernikahan di media sosial berpotensi membentuk pandangan generasi muda terhadap institusi pernikahan, termasuk pada mahasiswa yang memiliki basis keilmuan hukum keluarga Islam. Penelitian ini berfokus pada tiga pertanyaan utama, yaitu: bagaimana narasi tren Marriage is Scary direpresentasikan di media sosial, bagaimana pandangan mahasiswa Ahwal Syakhshiyah terhadap pernikahan setelah munculnya tren tersebut, serta bagaimana hukum Islam memandang fenomena ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan normatif. Menggunakan data primer dengan mengumpulkan data melalui kuesioner daring, wawancara daring asinkron dan sinkron, serta studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum Islam yang relevan. Data kualitatif yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis domain untuk mengidentifikasi kategori dan tema umum dalam persepsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren Marriage is Scary memengaruhi cara pandang mahasiswa dalam memaknai pernikahan, terutama dengan mendorong sikap realistis dan kehati-hatian terhadap kesiapan mental, ekonomi, dan spiritual. Namun, tren tersebut tidak secara langsung mengarah pada penolakan terhadap pernikahan sebagai institusi. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena ini perlu disikapi secara kritis dan proporsional dengan menekankan prinsip kemaslahatan, perlindungan jiwa, serta kesiapan individu dalam membangun rumah tangga.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64402
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV