Tinjauan Hukum Islam Terhadap Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Muslim Generasi Z: Studi Pada Mahasiswa FIAI UII Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis fenomena gaya hidup
hedonisme di kalangan mahasiswa Muslim Generasi Z di Fakultas Ilmu Agama
Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan meninjau dari perspektif hukum
Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan pendekatan kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap
Mahasiswa FIAI UII, observasi non-partisipatif, dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui tahapan reduksi, validasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan orientasi dalam gaya hidup
mahasiswa yang lebih mengutamakan gengsi dan eksistensi digital dibandingkan
utilitas. Praktik ini ditunjukkan melalui budaya nongkrong di kafe estetis hingga
pembelian barang secara impulsif. Faktor internal seperti mencari jati diri dan
kurangnya literasi finansial, serta faktor eksternal berupa adanya tekanan
lingkungan dan paparan sosial media menjadi faktor utama yang mendorong
perilaku tersebut. Dilihat dari hukum Islam, perilaku ini menandakan adanya
pengabaian terhadap skala prioritas di mana kebutuhan pelengkap (tahsiniyah)
dipaksakan hingga melampaui kebutuhan pokok (dharuriyah). Pada hal ini,
diklasifikasikan sebagai bentuk perilaku pemborosan (tabdzir) dan berlebih-lebihan
(israf) yang bertentangan dengan prinsip menjaga harta (hifz al-mal) dalam
Maqashid al-Syari’ah. Kesimpulannya, gaya hidup hedonis mahasiswa Muslim
Generasi Z menimbulkan krisis identitas spiritual dan konflik batin akibat
ketidaksesuaian tuntutan modernitas dengan prinsip kesederhanaan dalam ajaran
Islam.
Collections
- Islamic Law [996]
