Show simple item record

dc.contributor.authorEfrianto, Yudi
dc.date.accessioned2026-07-14T05:00:36Z
dc.date.available2026-07-14T05:00:36Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64399
dc.description.abstractKulonprogo merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di sebelah barat Yogyakarta, yang mempunyai berbagai hasil kerajinan tangan yang dihasilkan oleh masyarakat dan pengrajin. Dari berbagai macam kerajinan yang dihasilkan, salah satu produk unggul daerah Kulonrprogo yang kerajinan dari bahan eceng gondok yang menghasilkan produk-produk berupa tas, taplak meja, guci, kotak tempat koran, hiasan berupa kipas dan lain-lain. Produk-produk tersebut sudah menembus pasar internasional seperti kawasan Eropa, Australia, Amerika dan beberapa negara Asean dengan omset mencapai ratusan milyar rupiah. Akan tetapi, potensi tersebut belum ditampung dalam satu wadah atau kawasan seperti pasar seni, para pengrajin masih memasarkan di rumah pengrajin sendiri, sehingga diperlukan suatu wadah yang mampu menampung para seniman dan pengrajin dalam suatu wadah yaitu pasar seni dan kerajinan dengan karakter eceng gondok sebagai salah satu produk unggulan, yang nantinya dapat dinikmati pengunjung secara visual. Ciri karakter eceng gondok yang hidup diair yang ditranspormasikan kedalam kawasan pasar seni dan kerajinan dengan penempatan kolam-kolam yang berisikan tanaman eceng gondok, selain itu penggunaan pot-pot yang juga sebagai tempat tanaman eceng gondok. Selain itu anyaman eceng gondok yang telah jadi berupa jalinan tali, kemudian dililitkan pada kolom, yang nantinya dapat dinikmati pengunjung secara visual. Konsep gubahan massa bangunan mengikuti bentuk site dengan konsep terbuka untuk bangunan retail penjualan. Konsep sirkulasi menggunakan konsep radial, pengunjung bisa mengelilingi kawasan pasar seni dan kerajinan dengan nyaman yang didukung dengan pola sirkulasi yang menarik, ditambah dengan adanya plaza sebagai titik tengah dari kawasan pasar seni dan kerajinan ini dan panggung hiburan yang terdapat ditengah site, sehingga pengunjung dapat sambil menikmati paertunjukan seni sambil berbelanja benda seni dan kerajinan. Selain itu untuk pengunjung difable disediakan ramp untuk menuju antar massa yang memiliki beda ketinggian dengan permukaan tanah, juga ramp untuk menuju lantai 2 yang berfungsi sebagai ruang peragaan seni kerajinan, sehingga kreatifitas para penyandang difable tetap tersalurkan. Pembagiaan ruang-ruang yang berbeda fungsi berdasarkan dengan fungsi yang akan diwadahi, pembagian dalam 3 massa, dengan membedakan antara fungsi komersil dengan fungsi pendidikan dan informasi. Terdapat 2 Entrance menuju kedalam site yang langsung menuju kedalam site. Main entrance langsung menghadap kejalan utama Jogja- wates, ini untuk mempermudah pengunjung yang menggunakan jasa angkutan umum, sedangkan entrance kedua terdapat pada area parkir, ini untuk mempermudah para pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi. Pada tampilan bangunan terlihat penggunaan atap joglo, ini mengacu pada bangunan disekitar site yang menggunakan konsep bangunan tradisional jawa.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPasar Seni dan Kerajinan di Kulonprogoen_US
dc.subjectCitra Visual Pasar Senien_US
dc.subjectBerdasarkan Ciri Karakter Eceng Gondoken_US
dc.titlePasar Seni dan Kerajinan di Kulonprogo: Citra Visual Pasar Seni dan Kerajinan di Kulonprogo Berdasarkan Ciri Karakter Eceng Gondoken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM02512050


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record