Show simple item record

dc.contributor.authorRizqullah, Muhammad Arvin
dc.date.accessioned2026-07-14T03:43:38Z
dc.date.available2026-07-14T03:43:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64392
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis penundaan kolaborasi pengembangan pesawat tempur Korea Fighter X/Indonesia Fighter X (KFX/IFX) antara Indonesia dan Korea Selatan pada tahun 2018. Proyek KFX/IFX merupakan kerja sama strategis di bidang pertahanan yang bertujuan meningkatkan kemandirian alutsista udara Indonesia melalui pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala yang berdampak pada penundaan proyek. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran The Second Image Reversed dari Peter Gourevitch, yang menekankan pengaruh sistem internasional terhadap dinamika politik domestik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui data sekunder. Argumen penelitian ini menyatakan bahwa penundaan proyek KFX/IFX pada tahun 2018 merupakan hasil interaksi antara tekanan ekonomi internasional, sistem negara internasional, dan respons politik domestik Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pendanaan, hambatan transfer teknologi akibat intervensi pihak ketiga, serta tantangan pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor utama penundaan,en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKFX/IFXen_US
dc.subjectKerja Sama Pertahananen_US
dc.subjectThe Second Image Reverseden_US
dc.subjectPolitik Domestiken_US
dc.subjectSistem Internasionalen_US
dc.titleDinamika Kolaborasi Pengembangan Pesawat Tempur Korea Fighter X / Indonesia Fighter X (Kfx/Ifx) Indonesia dengan Korea Selatan Tahun 2018en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323034


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record