Studi Material Penutup Atap Bangunan sebagai Reduktor Panas Radiasi Matahari: Aplikasi pada Rancangan Bangunan Gedung SMP IT
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mengetahui karakteristik material penutup atap dalam mereduksi panas radiasi matahari. Sedangkan tujuan perancangannya adalah untuk dapat mengaplikasikan material penutup atap dalam mereduksi panas radiasi matahari pada rancangan bangunan gedung SMP IT, sehingga mendapat tingkat kenyamanan yang memenuhi standar. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data adalah praktek dan pengamatan langsung di lapangan. Metode praktek dilakukan dengan membuat model bangunan sebagai ojek penelitian dengan skala 1:3 sebanyak 2 unit dengan ukuran 2X3X1,35 m, dan memasang plafon pada salah satu unit. Pada model ini dilakukan pemasangan penutup atap secara bergantian sesuai dengan batasan material dan warna penutup atap. Pengamatan langsung di lapangan dilakukan setelah semen pada model bangunan kering. Pengamatan yang dilakukan yaitu mengukur kelembaban material; kelembaban udara di dalam dan di luar ruangan; suhu udara di dalam dan di luar ruangan, serta di atas dan di bawah permukaan penutup atap. Metode analisis data yang dipakai bersifat deskriptif dan komparasi. Metode analisis deskriptif digunakan untuk menghitung kecenderungan sentral dari data pengukuran yang sudah diperoleh. Sedangkan analisis komparasi digunakan untuk membandingkan data yang diperoleh dari ketiga material penutup atap dan dari penggunaan plafon. Setelah melakukan metode-metode di atas, kemudian diambil kesimpulan dan dilakukan rekomendasi untuk memperoleh desain pada bangunan gedung SMP IT. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah dari ketiga sampel material penutup atap dipilih material yang memiliki serapan panas paling tinggi di dalam ruangan yaitu material genteng tanah liat (4,5-5,833°C). Sedangkan kemampuan serapan panas material genteng beton (3,944-5,111°C) dan bahan metal (3,944- 4,833°C) tidak begitu besar. Material genteng tanah liat lebih efektif dalam menurunkan suhu udara di atas (0,111-1,389°C) dan di bawah permukaan (1,389- 3,333°C) material penutup atap. Sedangkan untuk material genteng beton (di atas: - 4,333 - -1,667°C) dan bahan metal (di atas: -1,278 – 0,556°C) belum dapat memberikan serapan panas yang baik di atas permukaan material. Tetapi kedua material tersebut pada umumnya efektif dalam menurunkan suhu udara di bawah permukaan material penutup atap (genteng beton: 0,611-1,778°C, bahan metal: 0,333-1,833°C). Serapan panas yang dipengaruhi pada penggunaan plafon pada ketiga material sama-sama dapat manurunkan suhu udara di dalam ruangan lebih daripada tanpa menggunakan plafon (genteng tanah liat: 1,78-2,38°C, genteng beton: 1,67-2°C, bahan metal: 1,89-2,11°C).
Collections
- Architecture [4119]
