Evaluasi Kinerja Bangunan Gedung yang Sudah Berdiri (Performance Evaluation to Existing Building)
Abstract
Indonesia merupakan daerah pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Disekitar lokasi pertemua lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai disuatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal, diantaranya adalah skala gempa, jarak episenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah dilokasi bangunan dan kualitas bangunan. Perencanaan gedung tahan gempa di Indonesia sangat penting mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah gempa yang mempunyai intensitas moderat tinggi. Perencanaan struktur terhadap beban gempa yang umum digunakan di Indonesia lebih mengutamakan kepada kekkuatan struktur atau lebih dikenal dengan strength based design. Kenyataannya, perencanaan berdasarkan kekuatan struktur tidaklah cukup, tetapi dengan cara merencanakan berdasarkan kinerjanya yang saat ini dikenal dengan nama performance based design. Penelitian dilakukan pada bangunan gedung BPD Pusat DIY yang berada pada wilayah gempa 3 dengan kondisi tanah lunak berdasarkan SNI 03-172-2002. Kriteria kinerjanya menggunakan FEMA 356 dan ATC-40 dengan prosedur B, dimana perilaku struktur dianalisis dengan menggunakan pushover analysis dengan bantuan piranti lunak ETABS. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa gedung kinerja BPD DIY setelah dilakukan redisain dengan menggunakan metode Linier Statik adalah Immediate Occupancy(IO) sedangkan metode Nonlinier Statik/Pushover adalah Damage Control(DC). Kualitas desain yang didasarkan atas Hazard Level dan Perfromance Level menunjukan bahwa bangunan yang telah diredisain cukup memenuhi syarat berdasarkan Normal/Basic Objective.
Collections
- Civil Engineering [4889]
