| dc.description.abstract | Bijih timah dari Pulau Bangka memiliki karakteristik mineralogi dan kadar unsur
pengotor yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar timah
(Sn), mengidentifikasi karakteristik mineralogi, serta mengevaluasi kesesuaian
hasil antar metode analisis untuk evaluasi kualitas bijih timah. Analisis dilakukan
menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), Atomic Absorption Spectrophotometer
(AAS), titrasi iodometri, X-Ray Diffraction (XRD), Grain Counting Analysis
(GCA), dan Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-Ray (SEM-
EDX). Hasil menunjukkan bahwa kadar Sn hasil XRF berkisar antara 40,97–
72,39%, AAS sebesar 2,71–77,96%, dan titrasi iodometri sebesar 2,06–71,57%,
dengan sampel BA01 memiliki kadar Sn tertinggi dan PK01 terendah. Analisis
GCA, XRD, dan SEM-EDX menunjukkan bahwa cassiterite (SnO2) merupakan
mineral utama pembawa timah, disertai mineral pengotor seperti kuarsa, ilmenit,
magnetit, hematit, turmalin, dan zirkon. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa
perbedaan kadar Sn antar metode tidak signifikan secara statistik. | en_US |