Galeri Seni Lukis di Yogyakarta: Galeri Seni Lukis yang Aksesibel dan Pengaplikasian Nilai Arsitektur Jawa pada Tampilan Bangunan
Abstract
Seni khususnya seni lukis menjadi salah satu bidang yang menarik bagi masyarakat Yogyakarta, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perhelatan seni lukis dalam tiap bulannya. Apabila ditarik rata-rata, dalam satu bulan terdapat 18 event seni lukis yang diadakan di beberapa galeri seni rupa di Yogyakarta, yang artinya dalam 1 minggu terdapat 4 event seni lukis. Ini sebuah capaian angka yang bisa menguatkan maklumat kota ini sebagai kota seni dan budaya yang menjadikan Yogyakarta menjadi kota tujuan wisata utama kedua setelah Bali. Sebagai kota tujuan wisata, 3 hingga 5 juta wisatawan datang ke Yogyakarta setiap tahunnya, maka hendaknya bangunan-bangunan yang bersifat publik dibangun dengan menerapkan prinsip aksesibilitas, hal ini sebagai bentuk bahwa arsitektur tidak membatasi publik [baik orang normal maupun para difable] untuk berkunjung atau mengakses semua bangunan. Dalam hal ini, galeri seni lukis merupakan salah satu objek tujuan wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan, maka hendaknya galeri seni lukis bersifat aksesibel [secara teknis]. Dalam perancangan ini, galeri seni lukis yang direncanakan berlokasi di daerah wisata dan kesenian Jl. May. Jend. Panjaitan, Yogyakarta. Galeri seni lukis ini memiliki fasilitas ; tempat berkumpul bagi publik [hall, pendopo, amphitheater], ruang pamer [temporer maupun tetap], workshop [studio lukis], fasilitas publik [café, lounge, dan perpustakaan], dan ruang pengelola. Fasilitas- fasilitas yang ada tentunya akan dapat berfungsi dengan baik apabila bersifat aksesibel [bagi para difable], maka dalam perancangan ini aksesibilitas di dalam maupun di luar bangunan menjadi hal yang sangat diperhatikan dan diutamakan. Selain itu, galeri seni lukis pada perancangan ini terletak di kawasan yang masih kental dengan budaya Jawa-nya. Bangunan-bangunan yang ada di sekitar site bernafaskan arsitektur tradisional Jawa [rumah Joglo], atas latar belakang inilah, galeri seni lukis dirancang dengan tema arsitektur Jawa agar menjadi bangunan yang kontekstual dengan bangunan sekitar.
Collections
- Architecture [4119]
