Hubungan antara Pola Asuh Otoriter dengan Kecemasan Bersekolah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis apakah ada hubungan positif antara pola asuh otoriter dengan kecemasan bersekolah pada anak. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang positif antara pola asuh otoriter dengan kecemasan bersekolah pada anak. Jika pola asuh yang diterapkan orang tua adalah pola asuh otoriter, maka anak cenderung memiliki kecemasan bersekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 4 hingga 6 tahun, anak bersekolah di TK, pria dan wanita. Subjek penelitian berjumlah 68 responden. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusun sendiri oleh peneliti. Skala yang digunakan adalah skala kecemasan bersekolah mengacu pada gejala-gejala dari Kartono (1990), D'Alessandro & Huth (2002) dan aspek-aspek dari Maramis (2004). Skala pola asuh otoriter disusun dengan mengacu pada ciri-ciri pola asuh otoriter dari Hurlock (1993) dan Lewin dkk (Zuhri, 2002). Metode analisis data yang digunakan menggunakan program SPSS (Statistical Programme for Social Science) 11.5 for Window untuk menguji apakah terdapat hubungan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan bersekolah. Hasil korelasi product moment dari pearson menunjukan angka korelasi sebesar r = 0,325 dan p=0,003 (p < 0,01) yang artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan bersekolah. Jadi hipotesis penelitian diterima, sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel pola asuh otoriter terhadap variabel kecemasan bersekolah sebesar 10,6% yang berarti masih ada 89,4% faktor lain yang mempengaruhi kecemasan bersekolah, misalnya saja keadaan diri individu, pengalaman yang tidak menyenangkan, faktor genetik dan suasana emosional sekolah.
Collections
- Psychology [2617]
