Show simple item record

dc.contributor.authorRizky Widiyani, Nabila Zalfaa
dc.contributor.authorWibisono, Tony Kunto
dc.contributor.authorKamal, Husein
dc.date.accessioned2026-07-07T08:38:25Z
dc.date.available2026-07-07T08:38:25Z
dc.date.issued2024-09-01
dc.identifier.issn2964-8483
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/64209
dc.description.abstractRestoran dan kafe kini berfungsi sebagai tempat kerja sekaligus tempat makan, sehingga kenyamanan visual sangat penting. Penerangan yang baik, baik alami maupun buatan, harus sesuai standar untuk kenyamanan penglihatan, terutama malam hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan Dialux evo untuk menganalisis pengaruh dimensi jendela pada pencahayaan alami dan beban termal. Hasil menunjukkan opsi 1 lebih efisien dibandingkan opsi 2 dan 3, namun ruang ber-AC membutuhkan penerangan tambahan. Oleh karena itu, saya memilih opsi 1 dan menambahkan lampu LED efisien serta downlight 6,5 watt di sembilan lokasi strategis untuk meningkatkan kecerahan. Desain memenuhi standar kenyamanan termal GBCI dengan nilai OTTV maksimal 35 watt/m2en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesSAKAPARI 14;Vol 7, Nomor 2, September 2024
dc.subjectkenyamanan visualen_US
dc.subjectOTTVen_US
dc.subjectpencahayaanen_US
dc.subjectpencahayaan alamien_US
dc.subjectpencahayaan buatanen_US
dc.titlePENGARUH DIMENSI DAN PENEMPATAN JENDELA TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DI BANGUNANen_US
dc.title.alternativeStudi Kasus: Belly Wise Yogyakartaen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record