• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Wacana Perdebatan Prioritas Ibu dan Istri Dalam Konten TikTok Perspektif Fikih Kontemporer

    Thumbnail
    View/Open
    22421057.pdf (10.65Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhan, Novriyandi Rizki
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang baru bagi individu untuk mengekspresikan pengalaman pribadi, termasuk persoalan relasi keluarga yang kemudian berkembang menjadi perdebatan publik, khususnya mengenai prioritas antara ibu dan istri. Fenomena ini mencerminkan pertemuan antara nilai keagamaan, pengalaman personal, serta dinamika sosial dalam kehidupan keluarga Muslim kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perdebatan tersebut dalam konten TikTok serta mengkaji pemahamannya dalam perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-analitis. Data primer diperoleh dari tujuh konten video TikTok beserta komentar pengguna, sedangkan data sekunder berasal dari literatur fikih, tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdebatan yang muncul dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu teologis– normatif, keadilan dalam relasi keluarga, prioritas utama kepada ibu, emosional, dan konfliktual. Perbedaan pandangan dalam perdebatan tersebut dipengaruhi oleh cara individu memahami ajaran agama, pengalaman pribadi yang membentuk persepsi, serta penafsiran terhadap konsep keadilan dalam keluarga. Dalam perspektif fikih kontemporer, prioritas antara ibu dan istri tidak dipahami sebagai hubungan yang bersifat dikotomis, melainkan ditempatkan secara proporsional dalam kerangka keseimbangan hak dan kewajiban. Kewajiban berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, tetap memiliki kedudukan yang tinggi sebagai nilai moral dan spiritual, namun tidak dapat mengabaikan kewajiban suami dalam memenuhi hak-hak istri sebagai konsekuensi akad pernikahan. Dengan demikian, pemahaman yang proporsional menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga serta merespons dinamika relasi keluarga di era digital secara lebih bijaksana.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64201
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV