Pemanfaatan Limbah Alumina dan TA-5 PT Pertamina UP IV Cilacap untuk Pembuatan Batako Ringan dengan Teknik Solidifikasi
Abstract
Pengelolaan limbah padat khususnya limbah alumina dan TA-5 dari industri pengolahan minyak bumi sudah banyak dilakukan dengan pembuangan pada suatu lahan (land disposal), namun demikian pengelolaan limbah yang sekaligus memanfaatkannya masih perlu ditingkatkan dalam aplikasinya. Penelitian ini menggunakan limbah Alumina dan TA-5. Alumina merupakan hasil dari proses penyulingan minyak bumi pada unit kilang paraxylene dan limbah TA-5 merupakan hasil dari unit pengolahan tatoray. Berdasarkan pada UU No. 85 tahun 1999 mengenai Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, katalis bekas merupakan kedalam limbah B3. Didalam tugas akhir ini limbah alumina dan TA-5 di imobilisasi dengan metode solidifikasi sebagai bahan tambahan penyusun batako. Penelitian ini dilaksanakan pada skala laboratorium dengan benda uji berupa persegi empat ukuran 20 x 10 x 5 cm. Bahan susun batako ringan terdiri dari pasir, limbah TA-5 dan Alumina, semen portland, kerikil, kapur, gypsum, dan potassium carbonate. Metode yang digunakan adalah dengan memvariasikan komposisi limbah dengan bahan pendukung lainnya dengan perbandingan 0%, 36%, 38%, dan 40%. Batako tersebut di uji dengan uji kuat desak, uji perlindian dengan metode TCLP dan uji pH. Dari percobaan didapatkan hasil, kuat tekan tertinggi terdapat pada komposisi 38%. Hasil uji TCLP untuk formula F0, F2, dan F3 dengan solidifikasi dapat menurunkan potensi logam sampai jauh dibawah baku mutu TCLP UU No.85 tahun 1999, sedangkan untuk hasil uji TCLP untuk formula F1 memerlukan pengolahan lebih lanjut karena nilai logam Pb nya masih tinggi melebihi baku mutu. Untuk pengukuran pH netral, asam, dan basa semua pengujian pH bersifat basa. Dilihat dari segi ekonomi harga batako ringan jika dibandingkan dengan harga batako kontrol (batako tanpa limbah), maka harga batako yang mengandung limbah lebih murah Sehingga dapat disimpulkan limbah activated alumina dan TA-5 layak untuk dimanfaatkan menjadi batako ringan dan aman bagi kesehatan dan lingkungan, jika dibandingkan dengan batako biasa batako ringan lebih mahal.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
