• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Limbah Sandblasting dan Glasswool PT. Pertamina Up IV Cilacap Sebagai Bahan Pembuatan Plafon dengan Cara Solidifikasi

    Thumbnail
    View/Open
    03513010.pdf (1.104Mb)
    Date
    2008
    Author
    Faidah, Fatihatul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada PT. Pertamina (UP) IV Cilacap terdapat bermacam-macam limbah padat, baik dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan bukan limbah B3. Dimana selama ini belum ada penanganan limbah padat B3 dengan baik, khususnya sandblasting dan glasswool. Untuk meminimalisasi biaya yang disebabkan oleh penanganan limbah ini, alangkah lebih baik jika limbah ini dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna. Salah satunya dengan metode pengolahan solidifikasi limbah sandblasting dan glasswool sebagai plafon. Adapun tujuannya yaitu mengetahui apakah limbah sandblasting dan glasswool yang dimanfaatkan untuk pembuatan plafon dapat mengimobilisasi logam-logam berat, dan untuk mengetahui kuat lentur plafon yang akan disesuaikan dengan standar DIN-1101, mengetahui apakah limbah sandblasting dan glasswool yang dimanfaatkan dapat menghasilkan alternatif bahan bangunan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada skala laboratorium dengan ukuran benda uji 20 x 20 x 1 cm. Bahan susun plafon terdiri dari limbah sandblasting, limbah glasswool, limestone, polivinil asetat, dan epoksi. Penggunaan limbah sandblasting dan glasswool dalam penelitian ini adalah sebagai bahan baku utama, selain itu juga sebagai filler (pengisi). Komposisinya yaitu sandblasting masing-masing 46%, 48%, dan 50%, sedangkan glasswool yaitu masing-masing 2%. Pengujian lindi dilakukan dengan metode Toxicity Characteristics Leaching Procedure (TCLP) untuk logam-logam Pb, Cr, Cu dan Zn menunjukkan bahwa lindi yang terjadi memenuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 85 tahun 1999, tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Lindi terbesar adalah Zn, yaitu 3,7490 mg/L sedangkan baku mutu 50 mg/L. Sehingga plafon aman bagi lingkungan jika digunakan, namun nilai ekonomisnya kurang karena memerlukan biaya produksi yang cukup mahal. Sedangkan dari hasil pengujian kuat lentur didapatkan nilai kuat lentur tertinggi adalah pemakaian limbah sandblasting dengan proporsi 46% dan glasswool 2%. Kuat lentur yang dihasilkan yaitu sebesar 26,888 kg/cm2. Hasil tersebut menunjukkan kuat lentur yang lebih baik dari standar DIN-1101 dimana dengan tebal benda 15 mm, kuat lenturnya sebesar 17 kg/cm2.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64148
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV