Show simple item record

dc.contributor.authorSusetyono, Teguh
dc.date.accessioned2026-07-06T07:47:09Z
dc.date.available2026-07-06T07:47:09Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64146
dc.description.abstractMelakukan efisiensi di segala bidang merupakan suatu syarat yang harus dilakukan saat ini, sehingga memerlukan sistem/metode yang sesuai. Mengingat kemampuan metode Value Engineering yang sangat baik dalam menghemat biaya produksi dan meningkatkan kualitas. Maka akan sangat menguntungkan bila dalam pembangunan proyek konstruksi menggunakan metode Value Engineering, agar menghasilkan perencanaan yang optimal. Dalam melakukan metode Value Enginering diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap fungsi suatu objek dan kemampuan mengembangkan alternatif- alternatif barang/jasa yang dapat menurunkan biaya, tanpa mengabaikan mutu, keandalan, dan kinerja dari hasil proyek tersebut. Sehingga diperlukan suatu tim yang didalamnya terdapat beberapa tenaga-tenaga ahli dibidangnya, untuk memunculkan ide-ide kreatif, menganalisa dan menilai kriteria-kriteria bahan alternatif. Ada 5 (lima) tahapan dalam metode Value Engineering, yaitu Tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Analisis pada proyek pekerjaan konstruksi rangka atap gedung Lembaga Kelurahan Sindoharjo, Ngaglik, Sleman, DIYogyakarta ini, awal perencanaan menggunakan rangka kuda-kuda kayu Bengkirai sebagai material orisinilnya, dengan biaya RP. 121.113.936,00. Selanjutnya dibandingkan dengan kuda-kuda siku ganda, kuda-kuda baja ringan, kuda-kuda profil WF. Kemudian dilakukan analisis untuk mencari pemenang material alternatif dan didapat pemenang alternatif I yaitu kuda- kuda baja ringan (Prima Truss), alternatif II yaitu kuda-kuda siku ganda dan alternatif III yaitu kuda-kuda profil WF. Nilai penghematan untuk alternatif I dengan penghematan biaya sebasar Rp. 51.211.546,00 dari biaya desain awal, dengan prosentase penghemat biaya sebesar 42,28 %. Sedangkan Alternatif II yaitu kuda- kuda siku ganda terjadi penghematan biaya sebesar Rp. 29.160.063,00 dengan prosentase penghematan sebesar 24,07 %. Namun pada alternatif III terjadi kenaikan biaya sebesar Rp 111.800.197,00 dari biaya desain awal. Maka dapat disimpulkan bahwa proses Value Engineering yang dilakukan berhasil menemukan penghematan sehingga biaya proyek tersebut lebih efisien dan ekonomis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAplikasi Value Engineeringen_US
dc.subjectKonstruksi Rangka Atap Gedungen_US
dc.subjectGedung Lembaga Kelurahan Sindoharjo,en_US
dc.titleAplikasi Value Engineering pada Konstruksi Rangka Atap Gedung (Studi Kasus: Gedung Lembaga Kelurahan Sindoharjo, Ngaglik, Sleman)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM02511260


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record