| dc.description.abstract | Kampung dengan tingkat kepadatan hunian yang tinggi di tengah-tengah kota adalah sebuah fenomena sosial yang banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia karena kontras perbedaan perkembangan infrastruktur kota yang tidak berjalan seimbang dengan kondisi fisik kampung-kampung di dalamnya. Gondolayu Lor adalah salah contoh perkampungan di daerah Yogyakarta yang kondisi kepadatannya terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Oleh karena tingkat pendapatan penghuninya yang rendah karena rata- rata mereka bekerja di sektor informal, maka kondisi fisik lingkungan permukiman banyak mengalami ketidaklayakan dari segi infrastruktur maupun penampilan bangunannya. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui solusi dan alternatif yang perlu dilakukan untuk menata kondisi lingkungan perkampungan di lihat dari segi fisik maupun interaksi sosial - ekonominya agar dapat menjadi sebuah lingkungan hidup yang layak huni dalam jangka waktu 25 tahun ke depan. Metodologi yang dilakukan mencoba mengaplikasikan metode yang dilakukan para arsitek urban think thank di Caracas dalam konteks Gondolayu Lor. Hasil analisis menunjukkan poin - poin penataan kawasan secara bertahap, yaitu proses konsolidasi, perbaikan infrastruktur, penyediaan fasilitas umum berupa ruang publik dan konservasi untuk pemrodiktivitasan lahan. Masa depan yang di konsep kan dalam kawasan permukiman adalah dengan adanya pengolahan open space, penyediaan ruang hunian yang layak, dan penyedian fasilitas pendukung kegiatan interaksi sosial-ekonomi peghuni. Open space diolah sesuai dengan kebutuhan penghuni terhadap ruang interaksi sosial bagi anak-anak, lansia dan dewasa, yaitu dengan penyediaan playground dan taman yang dilengkapi oleh street furniture. penyediaan hunian layak huni dengan bentuk bangunan vertikal dan staller staller yang disediakan untuk mendukung kegiatan interaksi ekonomi peghuni. | en_US |