Evaluasi Kinerja Struktur dan Perkuatan Gedung 10 Tingkat Terhadap Beban Gempa Dengan Analisis Riwayat Respons Ragam
Abstract
Kerusakan bangunan yang luas akibat gempa besar di Indonesia, seperti gempa Yogyakarta
2006 dan Lombok 2018, menegaskan bahwa evaluasi kinerja struktur gedung sangat diperlukan dan
harus didukung oleh penentuan beban gempa yang sesuai dengan tingkat bahaya di lokasi.
Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) digunakan untuk merumuskan beban gempa dan
menghasilkan riwayat gempa, dan seiring berkembangnya kemampuan komputasi, Analisis Riwayat
Respons Ragam (ARRR) menjadi salah satu metode Analisis Riwayat Waktu Linier (ARWL) yang
semakin relevan dalam analisis struktur. Oleh karena itu, penelitian tentang evaluasi kinerja struktur
gedung menggunakan ARRR perlu dilakukan untuk menilai kinerja struktur gedung 10 tingkat
terhadap beban gempa.
Metode penelitian meliputi penyusunan bahaya gempa melalui PSHA untuk menghasilkan
hazard curve, Uniform Hazard Spectrum (UHS) pada tingkat bahaya 2% dalam 50 tahun, serta
deagregasi sebagai dasar penetapan spektrum beban gempa dan pemilihan tiga pasang rekaman
percepatan tanah. Rekaman disesuaikan terhadap UHS pada bedrock melalui spectral matching,
kemudian dipropagasikan ke permukaan untuk memperoleh rekaman gempa permukaan yang
digunakan dalam pemodelan gedung 10 tingkat dan analisis dinamik ARRR.
Hasil penelitian menunjukkan UHS dengan respons didominasi periode pendek–menengah
dan puncak sekitar 1,61 g pada periode 0,2 detik, dengan kontribusi utama yaitu pada Opak. ARRR
menghasilkan simpangan sekitar 0,923% pada arah Y, di bawah batas 1,54%, dengan efek P–Delta
kecil sehingga kinerja struktur dinyatakan memadai, sementara RS lebih konservatif untuk gaya
aksial kolom dan ARRR lebih kritis untuk momen balok. Temuan ini menunjukkan bahwa ARRR
dengan input gempa berbasis PSHA merupakan pendekatan yang layak untuk digunakan dalam
evaluasi kinerja struktur gedung.
