| dc.description.abstract | Latar belakang: Gangguan tiroid dapat mengganggu metabolisme serta
menimbulkan komplikasi sehingga keamanan dan efektivitas terapi perlu
diperhatikan.
Tujuan: Menganalisis profil regimen pengobatan, potensi interaksi obat, clinical
outcome, serta faktor yang memengaruhinya pada pasien gangguan tiroid.
Metode: Studi cross-sectional retrospektif pada pasien gangguan tiroid periode
2020–2025. Analisis meliputi potensi interaksi obat mayor berdasarkan drugs.com
dan UpToDate Lexidrug, efektivitas terapi berdasarkan TSH dan FT4, serta
kejadian ROTD berdasarkan keluhan pasien. Hubungan antarvariabel dianalisis
menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik (p<0,05).
Hasil: Sebanyak 258 pasien (178 hipertiroid dan 80 hipotiroid) dianalisis. Regimen
hipertiroid didominasi kombinasi MMI dan β-blocker (48,87%), sedangkan
hipotiroid didominasi levotiroksin (98,75%). Potensi interaksi obat ditemukan pada
satu pasien hipertiroid. Efektivitas tercapai pada >75% pasien gangguan tiroid.
ROTD dialami 46,06% pasien hipertiroid, terutama hipotiroid iatrogenik, serta
33,75% pasien hipotiroid, mayoritas thyrotoxicosis factitia. Usia berpengaruh
signifikan tehadap ROTD pada hipertiroid (OR=0,34; IK95%=0,137-0,844)
maupun hipotiroid (OR=7,592; IK95%=2,053-28,073). Regimen terapi (OR=
1,984; IK 95%=1,030-3,810) dan komorbid (OR=1,959; IK 95%=1,020-3,770)
berpengaruh signifikan dengan ROTD hipertiroid.
Kesimpulan: Efektivitas terapi tercapai pada >75% pasien, namun ROTD
ditemukan pada >33% pasien. Pada hipertiroid, usia dewasa, regimen terapi, dan
komorbid berpengaruh signifikan terhadap kejadian ROTD, sedangkan pada
hipotiroid risiko lebih tinggi ditemukan pada kelompok usia anak. | en_US |