Karakteristik Sampah Perumahan, di Kabupaten Sleman Studi Kasus Perumahan Saka Permai
Abstract
Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan pendidikan merupakan alasan sebagian orang memilih sebagai tempat investasi dan bermukim, hal ini menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya bisnis property di Yogyakarta, Perumahan Saka Permai merupakan salah satu bisnis property yang terus dikembangkan, namun dalam pengelolaan sampah masih belum maksimal hal ini dapat dilihat dengan belum adanya pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah. Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan sampah yang digunakan dalam tugas akhir ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994, dengan lama pengambilan sampel sampah selama 7 (tujuh) hari pada waktu yang bersamaan. Pengambilan sampel ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data seperti komposisi, volume dan berat jenis sampah. Berdasarkan pengamatan di lapangan diperoleh komposisi sampah di Perumahan Saka Permai sebanyak sebelas jenis sampah yang berupa karton, plastik kresek, plastik transparan, kertas, kemasan plastik, botol plastik, botol kaca, popok bayi, sterofoam, sisa makanan dan daun-daun pekarangan. Pengambilan sampel sampah dilakukan secara acak dengan jumlah titik sampel sebanyak 20 rumah. Untuk volume sampah yang dihasilkan di Perumahan Saka Permai sebesar 2,47 liter/orang/hari dengan berat sampah sebesar 0,13 kg/orang/hari. Potensi sampah dari perumahan Saka Permai dapat dilihat dari sampah yang dihasilkan. Sampah organik berpotensi untuk dijadikan kompos dengan nilai ekonomis sebesar Rp 373.140/bulan. Sedangkan sampah anorganik dapat dijual ke barang lapak dengan nilai ekonomis sebesar Rp 7.350/bulan
Collections
- Environmental Engineering [1887]
