Show simple item record

dc.contributor.authorSyahreza, Erwin
dc.date.accessioned2026-07-04T08:18:59Z
dc.date.available2026-07-04T08:18:59Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64088
dc.description.abstractKeterbatasan informasi suku Dayak sebagai budaya Kalimantan mengindikasikan kebutuhan wadah untuk menginformasikan budaya tersebut. Suku Dayak adalah suku asli Kalimanatan dimana kebudayaan asli yang dimilikinya telah mulai hilang. Untuk itu, dengan melalui pendekatan filosofi kehidupan suku Dayak masa lampau dan metode preseden, mendasari perancangan suasana wisata budaya Dayak. Berasal dari filosofi diperoleh sebuah pola kehidupan Dayak yang menggambarkan proses antara kelahiran, kehidupan dan kematian sebagai sebuah siklus. Dari analisa budaya Dayak tua dan arsitektur bertemakan air, diperoleh sebuah konsep yang dapat ditransformasikan ke dalam desain perancangan dan model yang diujikan. Dengan konsep bertemakan air, pergerakan ke setiap tahap proses digunakan jukung. Tahapan tersebut diawali dari kelahiran yang disimbolisasikan dengan rumah panjang. Tahap kedua adalah kehidupan yang disimbolisasikan dalam bentuk area berladang, berdagang dan berburu. Pada tahap terakhir adalah kematian yang disimbolisasikan dengan area ritual. Dari hasil pengujian didapatkan bangunan Techno Park dapat mengakomodasi budaya Dayak tua dan dapat dinikmati oleh pengunjung, apabila penambahan cahaya buatan dan objek pendukung pada area tradisional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTeknologien_US
dc.subjectBudayaen_US
dc.subjectWisataen_US
dc.subjectSuku Dayaken_US
dc.subjectTechno Parken_US
dc.titleTechno Park di Tepian Sungai Mahakam Samarinda (Perilaku Kehidupan Suku Dayak sebagai Dasar Perancangan Suasana Wisata Budaya Kalimantan)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM05512046


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record