| dc.description.abstract | Latar belakang: Stres oksidatif akibat radikal bebas dapat memicu berbagai
penyakit degeneratif. Daun iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth) diketahui
mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan
alami.
Tujuan: Mengetahui kandungan senyawa fenolik dan flavonoid, menentukan
kadar fenolik dan flavonoid, mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan
fraksi etil asetat daun iler dengan metode DPPH.
Metode: Serbuk simplisia daun iler diekstraksi menggunakan sonikasi dengan
etanol 96% dan difraksinasi dengan kromatografi cair vakum (n-heksan dan etil
asetat). Identifikasi senyawa menggunakan KLT, sedangkan analisis kuantitatif
meliputi penetapan total kadar fenolik dan flavonoid, dan uji antioksidan dengan
metode DPPH untuk menentukan nilai IC50.
Hasil: Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat menghasilkan rendemen 11,86% dan
38,98%, keduanya mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Kadar total fenolik
dan flavonoid fraksi etil asetat (6,37 ± 0,04 mg GAE/g; 3,16 ± 0,03 mg QE/g) lebih
tinggi dibanding ekstrak etanol (3,79 ± 0,11 mg GAE/g; 1,26 ± 0,03 mg QE/g).
Aktivitas antioksidan fraksi etil asetat sebesar (IC50 34,59 ± 0,21 ppm) juga lebih
kuat dibanding ekstrak etanol (IC50 39,30 ± 1,62 ppm).
Kesimpulan: Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat daun iler mengandung fenolik
dan flavonoid. Fraksi etil asetat memilki kadar total fenolik dan flanoid yang lebih
tinggi, serta aktivitas antioksidan lebih kuat dibandingkan ekstrak etanol. | en_US |