Pengolahan Ruang Terbuka Hijau sebagai Landmark yang Mewadahi Aktivitas Olahraga dan Rekreasi : Taman Kota Kridosono
Abstract
Kota Yogyakarta memiliki banyak predikat salahsatunya yaitu sebagai kota sejarah karena beberapa kawasan di Yogyakarta masih menjaga peninggalan sejarah berupa bangunan-bangunan seperti bangunan kolonial di kawasan Kotabaru yang walaupun saat ini sudah berubah fungsi bangunannya. Ditengah-tengah kawasan Kotabaru terdapat stadion Kridosono yang saat ini penggunaannya masih kurang maksimal. Keberadaan Kridosono yang berada di tengah-tengah kawasan dan merupakan pertemuan beberapa jalan utama yang cukup padat di Yogyakarta memiliki potensi untuk diolah menjadi landmark bagi kawasan Kotabaru. Dengan menggunakan konsep ruang terbuka hijau aktif yang saat ini masih kurang keberadaannya dan semangat sejarah masa lalu, maka eksistensi Kridosono sebagai landmark kota perlu ditinjau ulang. Permasalahan yang terjadi dalam upaya mengolah Kridosono menjadi landmark kota adalah dalam mengolah ruang terbuka hijau menjadi sebuah landmark yang dapat mengembalikan citra kawasan Kotabaru yang berkonsep garden city. Ruang terbuka hijau ini merupakan ruang terbuka hijau aktif yang dapat mewadahi aktivitas olahraga dan rekreasi. Tujuan yang akan dicapai yaitu berupa pengembangan suatu tipe ruang terbuka hijau yang dapat diterapkan pada area Kridosono, kritik terhadap keberadaan Kridosono beserta pola-pola fasilitas olahraga dan rekreasi, sekaligus menjadi alternatif redesain bagi Kridosono. Taman Kota Kridosono yang memiliki konsep penggabungan sustainable architecture dan elemen kolonial pada bangunan maupun lansekap taman merupakan bentuk rancangan dalam menyelesaikan permasalahan sehingga keduanya dapat berintegrasi menjadikan Taman Kota Kridosono sebagai sebuah landmark baru berupa ruang terbuka hijau aktif bagi kota Yogyakarta. Green roof, penampungan air hujan, atap yang bisa dilewati, jogging track mengitari taman dan melewati bangunan merupakan konsep bangunan dan ruang luar yang terdapat pada perancangan taman ini. Konsep Taman Kota Kridosono ini telah melewati uji persepsi yang diikuti oleh beberapa orang dengan metode presentasi dan mengisi kuesioner yang telah disediakan. Studi persepsi ini menghasilkan kritik dan masukan yang membantu pada tahap transformasi konsep ke dalam perancangan.
Collections
- Architecture [4119]
