| dc.description.abstract | Latar belakang: Perkembangan Akal Imitasi (AI) di bidang kesehatan masih
menghadapi tantangan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Pengetahuan, persepsi, dan sikap tenaga kesehatan berperan penting dalam praktik
penerapan AI, khususnya di apotek.
Tujuan: Menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap pengetahuan,
persepsi, sikap, dan praktik, serta pengaruh pengetahuan, persepsi, dan sikap
terhadap praktik penggunaan AI di apotek wilayah Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan kuesioner yang telah diuji
validitas serta reliabilitasnya (α > 0,6). Analisis bivariat menggunakan chi-square
dengan tingkat signifikansi < 0,05 dan uji korelasi Spearman untuk mengetahui arah
hubungan. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik Firth.
Hasil: Sejumlah 102 responden memiliki pengetahuan cukup (44,12%), persepsi
positif (75,49%), sikap baik (89,22%), dan praktik baik (51,96%). Analisis bivariat
menunjukkan lama waktu bekerja berhubungan signifikan dengan persepsi.
Pengetahuan, persepsi, dan sikap berhubungan signifikan dengan praktik, dengan
korelasi positif. Analisis multivariat menunjukkan pendidikan terakhir (S1 dan
Pendidikan Profesi Kesehatan) berpengaruh signifikan terhadap persepsi.
Pengetahuan juga berpengaruh signifikan terhadap praktik (AOR = 15,24; CI: 2,89–
157,40; p = 0,001).
Kesimpulan: Praktik penggunaan AI oleh tenaga kesehatan belum optimal
meskipun persepsi dan sikap sudah baik, sejalan dengan tingkat pengetahuan yang
masih cukup. Diperlukan pelatihan dan edukasi untuk mendukung penerapan AI
yang lebih optimal. | en_US |