Identifikasi Efek Samping Regimen Kemoterapi pada Pasien Kanker Limfoma Non-Hodgkin di Rumah Sakit Dr. Soeradji Tirtonegoro
Abstract
Latar belakang: Limfoma Non-Hodgkin (LNH) merupakan salah satu kanker
dengan angka kejadian dan kematian yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu masing-
masing 16.125 (4,1%) kasus dan 9.024 (3,6%) kematian. Regimen kemoterapi
yang sering digunakan pada pasien LNH adalah CHOP dan R-CHOP (58,7%),
terbukti meningkatkan hasil pengobatan, namun berpotensi menimbulkan berbagai
efek samping.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien kanker LNH,
regimen kemoterapi, serta gambaran efek samping obat di Rumah Sakit Dr.
Soeradji Tirtonegoro.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional retrospektif
dilakukan pada pasien LNH yang menerima minimal satu siklus kemoterapi dan
memiliki rekam medis lengkap. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan
klasifikasi efek samping menggunakan kriteria CTCAE versi 6.0. Analisis data
dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan IBM SPPSS versi 23.0.
Hasil: Sebanyak 54 pasien LNH memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas pasien
berjenis kelamin laki-laki dan berada pada kelompok usia dewasa. Regimen R-
CHOP merupakan terapi yang paling banyak digunakan. Efek samping yang paling
sering ditemukan adalah anemia, diikuti neutropenia, leukopenia, dan
trombositopenia. Efek samping non-hematologi yang dominan meliputi mual,
mialgia, dan neuropati perifer. Sebagian besar efek samping berada pada grade
ringan hingga sedang, dengan anemia grade 2 sebagai kejadian terbanyak.
Kesimpulan: Efek samping kemoterapi pada pasien LNH didominasi oleh
toksisitas hematologi dengan derajat keparahan umumnya ringan hingga sedang.
Collections
- Pharmacy [2101]
