Analisis Level of Service (LOS) Gedung Perkuliahan Menggunakan Metode AHP (Studi Kasus Gedung Perkualiahan Fakultas Hukum UII)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Analisis Level of Service (LoS)
pada Gedung Perkuliahan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII)
menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Gedung perkuliahan
merupakan aset penting dalam mendukung kegiatan akademik, sehingga kualitas
layanan bangunan perlu dievaluasi secara sistematis untuk memastikan
kenyamanan, keselamatan, dan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini
menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis
kuantitatif melalui AHP dengan analisis kualitatif melalui studi literatur dan
wawancara pakar. Data diperoleh dari sepuluh responden yang terdiri atas
pengelola sarana prasarana, teknisi pemeliharaan, dosen, serta pengguna gedung.
Analisis LoS disusun dalam struktur hierarki yang terdiri atas lima dimensi utama
dan lima belas sub-kriteria. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi Kesehatan
Lingkungan memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 0,2737 (27,37%), diikuti
oleh Kenyamanan Pengguna sebesar 0,2319 (23,19%) dan Keselamatan sebesar
0,1987 (19,87%). Sementara itu, dimensi Kemudahan Akses dan Layanan
Pengguna masing-masing memiliki bobot sebesar 0,1621 (16,21%) dan 0,1336
(13,36%). Pada tingkat indikator, Suhu Ruang (0,1109), Kebersihan (0,1043), dan
Pencahayaan (0,0921) merupakan faktor paling dominan dalam menentukan
kualitas layanan gedung. Penelitian ini menghasilkan formulasi matematis Level of
Service berbasis pembobotan rasio yang menggambarkan struktur prioritas dimensi
dan indikator dalam pembentukan kualitas layanan gedung perkuliahan. Analisis
LoS yang dikembangkan dapat digunakan sebagai kerangka analisis dalam
mengevaluasi dan menentukan prioritas peningkatan kualitas fasilitas gedung.
Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengambilan
keputusan dalam pengelolaan fasilitas pendidikan tinggi melalui pendekatan
pemeliharaan berbasis prioritas serta peningkatan kualitas lingkungan belajar
secara berkelanjutan.
