Show simple item record

dc.contributor.authorPermatasari, Shinta Yudi
dc.date.accessioned2026-07-04T06:41:36Z
dc.date.available2026-07-04T06:41:36Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64052
dc.description.abstractRumah kini menjadi salah satu pokok permasalah di Indonesia, khususnya dikalangan menengah kebawah. Hal ini dikarenakan harga tanah dan harga material bangunan melambung tinggi setiap tahunya. Kondisi seperti ini dirasakan juga oleh Pegawai FTSP Golongan satu dan dua, sebanyak 56 orang. Pegawai Ull belom memiliki rumah, kendala mereka adalah keterbatasan biaya. Jumlah kenaikan gaji yang diterima setiap tahun tidak sesuai dengan kenaikan harga rumah disetiap tahunya. Rumah yang seharusnya menjadi kebutuhan pokok kini menjadi barang yang mewah. Dari latar belakang tersebutlah, maka penulis mencoba memecahkan masalah dengan bagaimana mendesain rumah yang terjangkau dan instan bagi pegawai Ull pada Golongan satu dan dua? Hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dala mencapai rumah murah? Manfaat tugas akhir ini bagi penulis adalah sebagai dasar membuat rumah terjangkau dengan beberapa pertimbangan komponen utama pembangunan rumah, seperti digunakanya jenis material baru, dan metoda pembangunan yang lebih praktis. Untuk memecahkan permasalahan tersebut diatas maka ada beberapa metoda yang digunakan, yaitu metoda Survey & observasi, Metoda analisis lokasi, Analisis kemampuan pegawai dalam pemenuhan kebutuhan rumah, Analisa desain rancangan, Analisa pemilihan bahan material, Analisa waktu pengerjaan, dan Analisa rancang anggaran biaya. Dari beberapa metodalogi tersebut dibuatlah kerangka pola pikir pemecahan permasalahan. Setelah dilakukuan beberapa proses analisa maka Lokasi yang digunakan adalah Candiwinangun. Dari hasil kajian analisa tipologi kemampuan pegawai didaptkan range harga rumah yang terjangkau adalah Rp. 66.080.000 sampai Rp.108.160.000. Dari analisa beberapa desain rancangan ditetapkan dua tipe yang mampu dijangkau adalah tipe 27/54 dan 36/54, bahan yang digunakan seluruhnya menggunakan material fabrikasi, karena proses pengerjaan yang lebih cepat dan praktis sehingga biaya pembangunan perumahan menjadi lebih hemat. Cara pembangunan rumah adalah instan, cepat dan efisien, sudah tidak lagi menggunakan carakonvensional yang cenderung lama dan tidak praktis. Dari hasil rancangan tipe 27/54 dan 36/54 maka dibuatlah komponen rakit rumah instan. Dari proyeksi jadwal pengerjaan tukang hanya membutuhkan waktu delapan hari untuk membangun satu unit rumah.Setelah dihitung rancang anggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp.44.235.134 dan Rp.63.934.934. Sebagai pengujian hasil rancangn Rumah Terjangkau Instan maka dilakukan perbandingan pada hasil rancangan penelitian 2005, dan perumahan Anugraha Regency. Yang menjadi pembanding adalah Harga, Instan secara bahan material dan Instan secara Waktu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRumahen_US
dc.subjectDesain Rumah Terjangkauen_US
dc.subjectKomponen Rakit Rumah Instanen_US
dc.titleRumah Terjangkau Instan bagi Pegawai Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Golongan I dan IIen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM05512030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record