• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Revitalisasi Gedung Lawang Sewu sebagai Hotel

    Thumbnail
    View/Open
    00512172.pdf (6.380Mb)
    Date
    2009
    Author
    Rudiansyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelestarian/konservasi bukanlah romantisme masa lalu atau upaya untuk mengawetkan kawasan bersejarah, namun lebih ditujukan untuk menjadi alat dalam mengolah transformasi dan revitalisasi kawasan. Upaya ini bertujuan untuk memberikan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik berdasar kekuatan aset lama, dan melakukan pencangkokan program-program yang menarik dan kreatif, berkelanjutan, serta merencanakan program partisipasi dengan memperhitungkan estimasi ekonomi (Laretna T Adhisakti, 2002). Sejarah menceritakan, Indonesia tidak terlepas dengan pemerintahan otoritas Belanda masa penjajahan dahulu. Tidak terkecuali kota Semarang yang tumbuh sebagai satu dari 19 kota otoritas Belanda di pulau Jawa. Sejarah kini menyebutkan Semarang memiliki bangunan dan budaya indische. Lawang Sewu merupakan salah satu bukti pemerintahan Belanda di kota Semarang. Orang beranggapan bangunan warisan sejarah kolonial adalah saksi kekejaman kolonial bagi bangsa ini. Dengan Fungsi kota Semarang sebagai motor penggerak perekonomian di Jawa Tengah, tidak seterusnya didukung oleh bangunan-bangunan yang baru. Biaya perawatan bangunan kuno memang tidak sedikit, tetapi bangunan kuno dapat direvitalisasi sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi untuk dirinya sendiri dan untuk pertumbuhan kota. Dengan melihat potensi Kota Semarang dan kondisi perhotelan di Kota Semarang serta perlunya pelestarian bangunan kuno, maka perlu adanya fasilitas akomodasi yang menampilkan citra Kota Semarang, yaitu fasilitas akomodasi yang menggunakan Gedung Lawang Sewu. Memasukan fungsi baru pada Gedung Lawang Sewu, yaitu Hotel, akan membuat Gedung Lawang Sewu tahan lama dan identitas Kota Semarang semakin kuat. Merevitalisasi gedung Lawang Sewu menjadi Hotel terdapat beberapa permasalahan yaitu bagaimana mewadahi fungsi Hotel pada bangunan Lawang Sewu dengan sesedikit mungkin mengubah bangunan lama serta menyesuaikan perletakan fungsi dengan karakteristik bangunan Lawang Sewu. Masalah selanjutnya ialah bagaimana menyelaraskan bentuk bangunan baru yang akan ditambahkan dengan bangunan lama. Fungsi hotel dimasukkan kedalam bangunan utama Lawang Sewu yaitu fungsi-fungsi yang bersifat publik (lobby, restoran, coffee shop, dan retail) dan fungsi yang bersifat privat, sedangkan fungsi-fungsi service dan pengelola diwadahi pada bangunan baru yang akan ditambahkan sebagai pendukung bagi bangunan lama.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64050
    Collections
    • Architecture [4119]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV