Revitalisasi Gedung Lawang Sewu sebagai Hotel
Abstract
Pelestarian/konservasi bukanlah romantisme masa lalu atau upaya untuk mengawetkan kawasan bersejarah, namun lebih ditujukan untuk menjadi alat dalam mengolah transformasi dan revitalisasi kawasan. Upaya ini bertujuan untuk memberikan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik berdasar kekuatan aset lama, dan melakukan pencangkokan program-program yang menarik dan kreatif, berkelanjutan, serta merencanakan program partisipasi dengan memperhitungkan estimasi ekonomi (Laretna T Adhisakti, 2002). Sejarah menceritakan, Indonesia tidak terlepas dengan pemerintahan otoritas Belanda masa penjajahan dahulu. Tidak terkecuali kota Semarang yang tumbuh sebagai satu dari 19 kota otoritas Belanda di pulau Jawa. Sejarah kini menyebutkan Semarang memiliki bangunan dan budaya indische. Lawang Sewu merupakan salah satu bukti pemerintahan Belanda di kota Semarang. Orang beranggapan bangunan warisan sejarah kolonial adalah saksi kekejaman kolonial bagi bangsa ini. Dengan Fungsi kota Semarang sebagai motor penggerak perekonomian di Jawa Tengah, tidak seterusnya didukung oleh bangunan-bangunan yang baru. Biaya perawatan bangunan kuno memang tidak sedikit, tetapi bangunan kuno dapat direvitalisasi sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi untuk dirinya sendiri dan untuk pertumbuhan kota. Dengan melihat potensi Kota Semarang dan kondisi perhotelan di Kota Semarang serta perlunya pelestarian bangunan kuno, maka perlu adanya fasilitas akomodasi yang menampilkan citra Kota Semarang, yaitu fasilitas akomodasi yang menggunakan Gedung Lawang Sewu. Memasukan fungsi baru pada Gedung Lawang Sewu, yaitu Hotel, akan membuat Gedung Lawang Sewu tahan lama dan identitas Kota Semarang semakin kuat. Merevitalisasi gedung Lawang Sewu menjadi Hotel terdapat beberapa permasalahan yaitu bagaimana mewadahi fungsi Hotel pada bangunan Lawang Sewu dengan sesedikit mungkin mengubah bangunan lama serta menyesuaikan perletakan fungsi dengan karakteristik bangunan Lawang Sewu. Masalah selanjutnya ialah bagaimana menyelaraskan bentuk bangunan baru yang akan ditambahkan dengan bangunan lama. Fungsi hotel dimasukkan kedalam bangunan utama Lawang Sewu yaitu fungsi-fungsi yang bersifat publik (lobby, restoran, coffee shop, dan retail) dan fungsi yang bersifat privat, sedangkan fungsi-fungsi service dan pengelola diwadahi pada bangunan baru yang akan ditambahkan sebagai pendukung bagi bangunan lama.
Collections
- Architecture [4119]
