| dc.description.abstract | Sebagai salah satu elemen struktur utama dari bangunan gedung, balok mempunyai fungsi menahan momen lentur akibat beban vertikal. Beban vertikal yang didukung meliputi beban plat, berat tembok dan berat balok itu sendiri. Pada saat tertentu element struktur utama dapat mengalami kerusakan atau pengurangan daya dukungnya. Saat-saat tersebut dapat diakibatkan oleh gempa bumi atau penambahan beban yang melebihi kapasitas daya dukung. Pada saat balok mengalami kerusakan, kapasitas daya dukung balok mengalami penurunan. Karena itu untuk mengembalikan kekuatan balok seperti semula atau bahkan lebih, suatu langkah-langkah perbaikan balok dibutuhkan. Perbesaran dimensi balok dengan penambahan tulangan lentur baja merupakan salah satu bentuk usaha perbaikan balok. Pada penelitian ini dibuat benda uji balok beton bertulang sebanyak 3 buah dengan tipe tulangan sebelah. Percobaan pertama dibuat 3 buah balok dengan penampang balok memiliki ukuran lebar (b) = 150 mm, tinggi (h) = 200 mm dan panjang balok (L) = 1600 mm. Setelah balok di uji dan mengalami kerusakan, dibuatlah perbaikan dengan menambah tinggi balok 80 mm sehingga dimensinya kini menjadi lebar (b) = 150 mm, tinggi (h) = 280 mm dan panjang balok (L) = 1600 mm. Direncanakan balok awal mempunyai mutu beton 20 MPa, sedangkan balok perbaikan mempunyai mutu beton 25 MPa. Data dari pengujian yang diperoleh adalah beban retak awal, lendutan tegangan lentur dan momen lentur. Dan setelah dianalisis diperoleh hasil balok mengalami penambahan kekuatan dalam menahan retak awal akibat pembebanan sebesar 85,71%, kekuatan dalam menahan lendutan meningkat sebesar 46,6%, tegangan lenturnya naik menjadi 39,71% dan terakhir kapasitas penampang balok meningkat sebesar 172%. | en_US |