• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Griya Muslimah di Yogyakarta dengan Penekanan pada Batasan antara Muhrim dan Bukan Muhrim serta Pemenuhan Persyaratan Pancahayaan dan Penghawaan Alami

    Thumbnail
    View/Open
    04512084.pdf (24.54Mb)
    Date
    2009
    Author
    Ismintari, Nur Indah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Buku skripsi yang berjudul "Griya Muslimah di Yogyakarta" dengan mengutamakan batasan antara muhrim dan bukan muhrim serta tetap memenuhi persyaratan pencahayaan dan penghawaan alami ini, mengangkat permasalahan tentang merancang griya muslimah yang menerapkan batasan antara muhrim dan bukan muhrim, namun tetap memenuhi persyaratan pencahayaan dan penghawaan alami. Persoalan desain yang muncul dalam merancang griya muslimah ini adalah : (1)Persoalan bentuk massa bangunan, untuk mewadahi sirkulasi antara muhrim dan bukan muhrim, maka dituntut bentuk massa bangunan yang lebar, sedangkan untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, digunakan bentuk massa bangunan yang tipis; (2)Persoalan tata ruang, tata ruang yang dapat menjaga batasan antara muhrim dan bukan muhrim adalah dengan menempatkan ruangan private dan service di bagian belakang site, sedangkan tata ruang untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, ruangan private ditempatkan pada bagian site yang menghadap luar; (3)Persoalan orientasi bukaan, untuk dapat menjaga batasan antara muhrim dan bukan muhrim, maka orientasi bukaan menghadap inner court, sedangkan untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, orientasi bukaan bangunan tidak hanya menghadap ke inner court, namun juga menghadap ke luar bangunan pada arah azimuth 177° dan 357°; (4)Persoalan selubung bangunan, untuk menjaga batasan antara muhrim dan bukan muhrim digunakan fasad bangunan yang masif, sedangkan untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, bangunan menggunakan fasad transparan. Pemecahan persoalan desain itu adalah dengan mendesain bentuk massa bangunan griya muslimah yang tipis untuk memasukkan pencahayaan dan penghawaan alami secara optimal dengan tetap mengutamakan batasan antara muhrim dan bukan muhrim melalui penataan layout sirkulasi dan furniture di dalam bangunan. Tata ruang bangunan ini menempatkan kelompok ruang-ruang private dan semi private di lantai dua, serta kelompok ruang-ruang publik dan service di lantai satu. Orientasi bukaan bangunan griya muslimah ini menghadap inner court dan luar bangunan pada arah azimuth 177° dan 357° dengan menggunakan material kaca yang dapat mendistorsikan bayangan. Selubung bangunan menggunakan fasad masif dengan penambahan kisi-kisi angin di beberapa bagian fasad yang menghadap arah datang angin.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64034
    Collections
    • Architecture [4119]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV