Show simple item record

dc.contributor.authorKartiko, Elmaya Triandari
dc.date.accessioned2026-07-04T03:19:46Z
dc.date.available2026-07-04T03:19:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64023
dc.description.abstractBatik merupakan salah satu produk budaya Indonesia yang dikenalkan oleh KBRI di Seoul. Dengan demikian, maka penelitian ini akan membahas strategi diplomasi komersial Indonesia dalam mempromosikan produk batik ke Korea Selatan pada tahun 2019-2023, dengan memanfaatan Korean Wave untuk menarik minat masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi komersial oleh Reuvers dan Ruel yang mencakup tiga tahapan terdiri dari input-throughput-output sebagai penunjang diplomasi komersial. Hasil penelitian menunjukan keberhasilan KBRI Seoul dalam mendorong kolaborasi bisnis pelaku usaha UMKM Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan melalui fasilitas kemitraan seperti Batik Chic dengan aplikasi Idus, Iwan Tirta Private Collection dengan Kim Seo Ryong, dan Iwan Tirta Private Collection dengan Danha, serta penyelenggaraan festival. Pemanfaatan Korean Wave melalui idol K-pop seperti Choi Siwon dan Dita Karang yang ditunjuk olehen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasi Komersialen_US
dc.subjectBatiken_US
dc.subjectKorea Selatanen_US
dc.subjectKorean Waveen_US
dc.subjectK-popen_US
dc.titleDiplomasi Komersial Indonesia dalam Mempromosikan Batik ke Korea Selatan Tahun 2019-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323306


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record