• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Relokasi Kebun Binatang Gembira Loka ke Hutan Bunder di Gunungkidul : Kebun Binatang yang Atraktif dan Edukatif dengan Sirkulasi yang Rekreatif

    Thumbnail
    View/Open
    04512094.pdf (29.51Mb)
    Date
    2009
    Author
    Rahman, Muhammad Sultoni
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kebun binatang Gembira Loka merupakan salah satu tempat wisata unggulan di kota Yogyakarta. Dirintis pada tahun 1933 dengan arsitek Belanda, Ir Karsten. Pembangunannya dipimpin langsung oleh Paku alam VIII. Lokasi seluas 20Ha di pinggiran sungai Gajahwong, di sebelah timur kota Yogyakarta. Koleksi Flora dan fauna cukup lengkap, yaitu 250 jenis flora dan 192 jenis satwa. Gembira loka mengalami masa keemasan sekitar tahun 1970-1980an. Bahkan sempat mendapat julukan "taman firdaus yang mungil". Tetapi penurunan mulai terjadi pada tahun 1990an. Semakin lama, taman firdaus ini semakin semrawut dan tidak terawat. Dan semakin terpuruk pada tahun 2000an. Jika ditinjau lebih lanjut Gembira loka saat ini kurang memenuhi persyaratan ditinjau dari segi lokasi. Gembira Loka sekarang berada di pusat pemukiman dimana hal itu tidak baik untuk kesehatan penduduk di sekitarnya. Lambat laun lokasinya akan semakin berada di pusat kota mengikuti perkembangan kepadatan kota Yogyakarta dan akan semakin tidak baik untuk kesehatan. Bahkan sekarang sudah berbatasan langsung dengan rumah penduduk. Kondisi ini sangat berbeda sekali dengan keadaan ketika awal didirikan. Dulu Gembira loka bisa dikatakan menempati wilayah yang jauh dari kota/ pinggiran, sementara sekarang sudah berada di tengah kota. Sungai yang membelah gembira loka ini sekarang sudah kotor penuh dengan sampah. Hal ini disebabkan padatnya pemukiman di sekitar lokasi. Banyak juga penduduk yang membuang sampah di sekitar tebing sungai. Bahkan sampai menggunung sehingga terlihat jelas dari dalam site. Lokasi saat ini dinilai tidak sehat oleh dinas kebersihan kota Yogyakarta. Hal ini terbukti dengan semakin menurunnya jumlah populasi satwa koleksi Gembira loka karena perawatan kebersihan yang sangat kurang. Gempa yang melanda kota Jogja pada mei 2006 memporak porandakan gembira loka. Hal ini semakin memperparah keadaan. Hampir semua bangunan rusak. Begitu juga dengan sebagian besar kandang satwanya. Relokasi merupakan salah satu cara untuk mengembalikan keadaan Gembira loka seperti pada saat jaman keemasan. Bahkan Sri Sultan HB X pernah melontarkan wacana tentang relokasi Gembira loka ke gunung kidul, tepatnya di Hutan Bunder. Dinas kehutanan ternyata juga sudah merencanakan lokasi yang tepat yaitu di hutan Bunder petak 19. Perencanaan Gembira loka yang baru tentunya mempunyai tantangan bahwa harus lebih baik dari gembira loka saat ini. Perlu diketahui bahwa sekarang area kandang kurang tertata dengan baik. Dan juga jalur sirkulasi yang berputar-putar sehingga terasa membingungkan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64015
    Collections
    • Architecture [4119]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV