Studi Etnomedisin: Praktik Pengobatan Tradisional Berbasis Kebudayaan Lokal di Desa Nanga Mentatai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Abstract
Latar belakang: Indonesia memiliki kekayaan hayati dan keragaman praktik
etnomedisin yang tersebar di berbagai daerah, di mana pengobatan tradisional tidak
hanya memanfaatkan tumbuhan obat tetapi juga berkaitan erat dengan sistem
kebudayaan lokal. Salah satu wilayah yang memiliki praktik pengobatan tradisional
berbasis kebudayaan lokal adalah Desa Nanga Mentatai, Kalimantan Barat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis
pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat Desa Nanga Mentatai,
Kalimantan Barat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendokumentasikan dan
mendukung pelestarian pengetahuan pengobatan tradisional berbasis kebudayaan
lokal.
Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi lapangan, dan teknik pengambilan sampel purposive
sampling.
Hasil: Berdasarkan hasil wawancara terhadap 51 informan, teridentifikasi 60
spesies tumbuhan obat, dengan 19 di antaranya berkaitan dengan kebudayaan
masyarakat Desa Nanga Mentatai. Tumbuhan tersebut diolah melalui perebusan,
penumbukan, dan penempelan. Pemilihan tumbuhan obat dipengaruhi oleh warisan
budaya, keterbatasan akses fasilitas kesehatan, serta ketersediaan sumber daya alam
di lingkungan sekitar.
Kesimpulan: Praktik pengobatan tradisional di Desa Nanga Mentatai masih sangat
relevan dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Dokumentasi
dan pelestarian pengetahuan tentang tumbuhan obat dan kebudayaan lokal ini
sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya, terutama dalam menghadapi
kemajuan medis dan perubahan sosial budaya.
Collections
- Pharmacy [2101]
