| dc.description.abstract | Latar Belakang: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau Akal Imitasi telah
membawa transformasi besar dalam bidang kesehatan, namun pemanfaatannya di
puskesmas wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta masih terbatas akibat kendala
infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta isu privasi data.
Tujuan: Menganalisis tingkat pengetahuan, persepsi, sikap, dan praktik tenaga
kesehatan terkait AI, menilai pengaruh karakteristik responden terhadap keempat
variabel tersebut serta mengetahui hubungan dan pengaruh antara pengetahuan,
persepsi, dan sikap terhadap praktik penggunaan AI.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan
kuesioner yang telah tervalidasi dengan tingkat signifikansi (alpha) sebesar 5%,
dianggap signifikan apabila nilai p < 0,05. Analisis data menggunakan uji Chi-
Square untuk menguji hubungan antar variabel, regresi logistik ordinal dan biner
untuk menguji pengaruh antar variabel.
Hasil : Sejumlah 112 responden mayoritas memiliki pengetahuan kurang (41,6%),
persepsi positif (65,17%), sikap baik (78,57%) dan praktik AI kurang (65,17%).
Usia berhubungan signifikan dengan pengetahuan dan jenis profesi berhubungan
dengan sikap (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan hubungan signifikan
antara persepsi dan sikap dengan praktik AI (p < 0,05).
Kesimpulan : Rendahnya praktik penggunaan AI lebih dipengaruhi persepsi dan
sikap tenaga kesehatan terkait AI. Program peningkatan kompetensi AI perlu
diprioritaskan pada pembentukan persepsi positif dan sikap terbuka dalam
penerapan AI dalam pelayanan kesehatan. | en_US |