Pengetahuan, Persepsi, Sikap, dan Praktik, Terkait Akal Imitasi Para Tenaga Kesehatan di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang: Perkembangan Akal Imitasi (AI) di sektor kesehatan berpotensi
meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi kajian mengenai pengetahuan, persepsi,
sikap, dan praktik tenaga kesehatan terkait AI, khususnya di Puskesmas
Kabupaten Bantul, masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis pengaruh karakteristik responden dengan pengetahuan,
persepsi, sikap, dan praktik, serta pengaruh pengetahuan, persepsi, dan sikap
terhadap praktik penggunaan AI.
Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan kuesioner yang telah melalui
proses translasi, uji validitas, dan reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan Chi-
square, uji korelasi menggunakan Spearman, serta analisis multivariat
menggunakan regresi logistik dengan besarnya pengaruh berdasarkan nilai AOR
dan CI.
Hasil: Sebanyak 98 responden terlibat, dengan pengetahuan baik (46,94%),
persepsi baik (82,65%), sikap baik (89,8%), dan praktik baik (52,04%).
Pendidikan (p=0,002) dan profesi (p=0,006) berhubungan signifikan dengan
pengetahuan. Pengetahuan (p=0,001), persepsi (p=0,001), dan sikap (p=0,0004)
berhubungan signifikan dengan praktik, namun korelasinya lemah. Analisis
multivariat menunjukkan pendidikan profesi kesehatan berpengaruh terhadap
pengetahuan (AOR=6,57; CI=1,42–37,67), serta pengetahuan baik (AOR=3,34;
CI=1,06-10,89) dan persepsi baik (AOR=5,53; CI=1,09-54,17) berpengaruh
terhadap praktik baik.
Kesimpulan: Tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, persepsi, dan sikap yang
baik terhadap AI, namun praktinya masih terbatas, sehingga diperlukan pelatihan
penggunaan AI pada pelayanan kesehatan.
Collections
- Pharmacy [2101]
