Dispersi Udara dari Sumber Garis (LINE Source Dispersion) untuk Parameter No 2, So 2, Hc , Dan O Study Kasus di Perempatan Jalan Raya Parangtritis dan Ring Road Selatan
Abstract
Masalah yang menjadi perhatian khusus bagi kota Yogyakarta adalah masalah penyediaan udara bersih. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kendaraan bermotor yang berkembang pesat sehingga udara bersih mulai tercemar. Salah satu faktornya yaitu konsentrasi NO2, SO2, O3, dan HC yang dikeluarkan oleh asap kendaraan bermotor ke udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara di perempatan jalan raya parangtritis, serta mengamati pengaruh kepadatan kendaraan bermotor terhadap meningkatnya konsentrasi kualitas udara ambien dan mengestimasikan beban emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya parameter NO2, SO2, O3, dan HC di perempatan jalan raya Parangtrirtis. Penelitian dilakukan di jalan perempatan parangtritis dan ring road selatan dengan waktu pengambilan sampel pagi (08.00-09.00), siang (13.00- 14.00) dan sore (17.00-18.00) di setiap lokasi. Untuk pendataan kepadatan lalu lintas hanya dilakukan selama 1 jam karena mengacu pada MKJI 1997.Pengambilan sampel kadar SO2, NO2, dan HC di udara menggunakan "Alat Digital" di empat titik di sekitar lokasi. Dan analisis kadar ozon dengan menggunakan "Midget Impinger"di letakkan di satu titik lokasi. Perhitungan konsentrasi beban pencemar menggunakan metode line source. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kepadatan lalu lintas dengan konsentrasi SO2,NO2,dan HC. Hasil penelitian menunjukan Konsentrasi SO2, NO2, dan HC di udara ambien tertinggi di Perempatan Jalan Raya Yogya-Parangtritis berturut-turut sebesar 41.7 μg/m3, 116.16 μg/m3, dan 202.53 μg/m3 sedangkan konsentrasi 0; tidak terdeteksi pada lokasi penelitian. Konsentrasi HC telah melampaui baku mutu udara ambien menurut Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta No. 153 Tahun 2002.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
