Evaluasi Instalasi Biogas di Kelurahan Cokrodiningratan dan Kelurahan Muja-muju Yogyakarta
Abstract
Dalam setiap proses pengolahan air limbah domestik khususnya limbah dari kloset (black water), pengolahan tersebut menghasilkan suatu gas yang mudah terbakar (flammable gas) yang disebut biogas. Gas ini disebut biogas karena diperoleh dari penguraian senyawa-senyawa organik dalam biomassa sebagai hasil suatu aktivitas mikroorganisme (fermentasi) pada kondisi kedap udara (anaerobic). Kandungan utama biogas adalah gas metan (CH), dan karbondioksida (CO2). Sebagian kecil adalah gas hydrogen sulfida (HS), nitrogen (N), hidrogen (H), dan karbon monooksida (CO). Karena bahan baku utama pembuat biogas adalah limbah yang berasal dari limbah organik, maka bahan organik yang homogenlah yang dapat menghasilkan biogas. Konsentrasi metan didapatkan dari hasil observasi, wawancara, kuisionerdan studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil sampel dari inlet dan outlet dengan gayung dan dimasukkan ke dalam botol yang telah diberi corong dan saringan. Setelah selesai melakukan sampling, maka sampel dibawa ke laboratorium untuk dianalisis parameter fisik maupun kimianya. Untuk pengambilan sampel di Kelurahan Cokrodiningratan dilaksanakan pada pukul 06.30 WIB, sedangkan untuk pengambilan sampel di Kelurahan Muja-muju dilaksanakan pada pukul 07.15 WIB. Pengambilan sampel dilakukan selama empat belas hari berturut-turut. Metode Analisis Laboratorium adalah dengan menggunakan Analisa COD (Chemical Oxygen Demand) SNI M-70-1990-03, Analisa TSS (Total Suspended Solid) SNI M-03-1989-F, Analisa VSS (Volatile Suspended Solid) Standard Methods No. 2540 E, Analisa Total Kjeldahl Nitrogen (TKN) SNI M-47-1990-03, Analisa pH (Potential of Hydrogen) SNI M-03-1989-F dan Analisa Temperatur. Dari hasil analisa data dan uji laboratorium serta pembahasan, biogas dari IPAL komunal di wilayah penelitian dimanfaatkan sebagai energi alternatif pelengkap LPG dan minyak tanah. Energi pelengkap ini belum optimal karena terbatasnya produksi biogas dan terbatasnya jaringan perpipaan biogas. Apabila digunakan oleh 25 KK, maka biogas dapat menyala selama 28,8 menit. Jadi produksi biogas ini dapat membantu masyarakat dalam hal mengurangi jumlah konsumsi LPG dan minyak tanah.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
