Penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) pada Limbah Cair Batik dengan Menggunakan Membran Keramik
Abstract
Batik merupakan sektor andalan yang dapat meningkatkan pendapatan asli Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terkenal baik yaitu nasional maupun internasional. Banyaknya industri batik baik yang besar maupun yang berskala rumah tangga memunculkan masalah sosial lain, yaitu melimpahnya produksi limbah. Limbah usaha kerajinan batik sebagian besar dalam bentuk cair yang sebagian besar dihasilkan dari proses pembilasan/pencucian. Penelitian ini bertujuan menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah batik Nakula Sadewa dengan menggunakan Membran Keramik. Pada penelitian ini dipilih teknologi dengan menggunakan membran keramik dengan komposisi tanah lempung, pasir kwarsa, dan serbuk gergaji. Proses yang terjadi dalam membran keramik yaitu penyaringan (filtrasi) dan penyerapan (adsorpsi), dimana bahan-bahan tersuspensi disaring dan diserap oleh membran keramik. Teknologi ini memiliki kelebihan seperti bahan-bahannya telah ada di alam, murah dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan penelitian adalah a) mengetahui effisiensi membran keramik dalam menurunkan kadar COD pada limbah air batik, b) mencari komposisi membran keramik yang paling efektif, dari komposisi serbuk gergaji 3%, 5% dan 7% dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair batik, c) mengetahui waktu jenuh untuk menurunkan COD pada limbah cair batik. Berdasarkan hasil analisa, membran keramik dengan komposisi serbuk gergaji 5% yang paling tinggi dalam menurunkan COD yaitu sebesar 80.43%. Selama 5 hari proses running, rata-rata dari ketiga membran keramik belum terjadi titik jenuh tetapi berdasarkan effisiensi removal menunjukkan terjadinya penurunan kadar COD dari awal sampai akhir proses running.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
