Hubungan antara Religiusitas dengan Pemyesuaian Diri pada Mahasiswa Baru
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris hubungan antara religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Ada hubungan positif antara religiusitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa. Semakin tinggi religius seorang individu maka semakin baik penyesuaian diri individu tersebut, dan sebaliknya semakin rendah religiusitas seorang individu maka semakin buruk penyesuaian diri individu tersebut.Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia berjumlah 60 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dari Schneider (1964), dan skala religiusitas Glock & Stark (Ancok & Nashori, 2004; Rakhmat, 2003).Metode analisis data menggunakan metode statistik dengan bantuan fasilitas program SPSS 12.0 for windows. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi sebesar $r = 0.646$, $p = 0.000$; $p < 0.01$. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara penyesuaian diri dengan religiusitas. Artinya, Semakin religiusitas, maka semakin tinggi penyesuaian diri. Sebaliknya, semakin rendah religiusitas, maka semakin rendah penyesuaian diri. Dengan demikian hipotesis pada penelitian ini diterima.
Collections
- Psychology [629]
