| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sangatta Utara. Guru SLB memiliki tuntutan pekerjaan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga melibatkan tuntutan emosional dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga berpotensi mengalami stres kerja. Dukungan sosial dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu dalam menghadapi tekanan kerja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 49 guru SLB di Sangatta Utara yang terdiri dari guru berstatus ASN dan non-ASN. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala dukungan sosial dan The New Job Stress Scale yang telah disesuaikan, dengan tiga dimensi stres kerja yaitu Time stress (TS), Anxiety (A), dan Role Expectation Conflict (REC). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, serta uji hipotesis menggunakan correlation matrix (Spearman Rank Correlation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres kerja pada guru SLB di Sangatta Utara. Arah hubungan yang diperoleh bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, maka semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami guru. Analisis tambahan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat stres kerja berdasarkan gender, gaji, dan lama bekerja. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu guru SLB di Sangatta Utara dalam mengelola stres kerja. Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif guna menjaga kesejahteraan psikologis guru. | en_US |