Show simple item record

dc.contributor.authorAl-Qassam, Muhammad Izzuddin
dc.date.accessioned2026-07-01T07:53:52Z
dc.date.available2026-07-01T07:53:52Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63932
dc.description.abstractPecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023 bertindak sebagai katalisator bagi gerakan boikot sosial terhadap Starbucks di Amerika Serikat. Fenomena ini signifikan menggambarkan bagaimana ruang digital dimanfaatkan untuk menciptakan mobilisasi global dan memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan multinasional besar. Dengan menggunakan konsep Digital Movement dan Hierarchy of Digital Activism, studi ini mengeksplorasi transformasi aktivitas daring menjadi tindakan di dunia nyata yang berdampak pada entitas korporasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan studi pustaka dan observasi media sosial, temuan menunjukkan pendekatan terstruktur terhadap boikot Starbucks melalui strategi digital, yang pada akhirnya menyebabkan perubahan signifikan dalam sentimen dan perilaku konsumen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas penonton awal di platform seperti TikTok dan X (Twitter) secara efektif mendorong keterlibatan yang lebih dalam dalam konsumerisme politik dan pendanaan elektronik. Akibatnya, gerakan ini tidak hanya mengurangi sentimen merek yang positif tetapi juga berdampak buruk pada pendapatan Starbucks melalui penurunan transaksi di seluruh gerainya di Amerika Serikat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBoikoten_US
dc.subjectStarbucksen_US
dc.subjectAmerikaen_US
dc.subjectGerakan Digitalen_US
dc.subjectIsrael- Palestinaen_US
dc.subjectHierarchy of Digital Activismen_US
dc.titleStrategi Gerakan Sosial Boikot Starbucks Amerika Serikat Sebagai Digital Movementen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323341


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record