| dc.description.abstract | Sampah pada saat ini menjadi sebuah permasalahan yang dibicarakan di semua belahan dunia, hal ini sangat wajar karena sampah memilki dampak negativ bagi kesehatan manusia, lingkungan, sosial dan ekonomi, meningkatnya volume sampah diantaranya disebabkan oleh meningkatnya populasi serta aktivitas manusia. Sekolah merupakan salah satu sumber timbulan sampah yang juga mempunyai peranan penting dalam media penanaman sikap kepedulian terhadap lingkungan, khususnya masalah sampah. Dalam tugas akhir ini lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah SMPN 4 Depok dan SD Sardonoharjo 1. Maksud dari penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah mengetahui komposisi dan besar volume sampah yang dihasilkan dari fasilitas pendidikan pada SMPN 4 Depok dan SD Sardonoharjo Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan sampah yang digunakan dalam tugas akhir ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1994, dengan lama pengambilan sampel sampah selama enam hari pada waktu yang bersamaan. Pengambilan sampel ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data seperti komposisi, volume dan berat jenis sampah. Berdasarkan pengamatan di lapangan diperoleh komposisi sampah di SMPN 4 Depok sebanyak sepuluh jenis yang berupa kertas, daun pisang, gelas air mineral 240 ml, daun pekarangan, plastik bening, kemasan makan ringan ukuran besar, kemasan wafer, kemasan makanan ringan ukuran kecil, plastik kresek dan kemasan makanan plastik. Sedangkan SD Sardonoharjo 1 sebanyak sembilan jenis yang berupa daun pisang, kertas, kemasan makanan ringan ukuran besar, kemasan wafer, kemasan minuman plastik, gelas air mineral, daun pekarangan, plastik bening dan kemasan makanan ringan ukuran kecil. Volume sampah yang dihasilkan pada SMPN 4 Depok sebesar 0.32 liter/orang/hari, sedangkan pada SD Sardonoharjo 1 sebesar 0.51 liter/orang/hari dengan volume yang paling tinggi dari dua lokasi ini adalah sampah kemasan makanan ringan ukuran besar. Berat jenis dari sampah yang dihasilkan pada SMPN 4 Depok sebesar 9.78 Kg/liter dan untuk SD Sardonoharjo 1 sebesar 3.78 Kg/liter Dalam pemasalahan sampah yang terdapat pada dua lokasi penelitan ini dibutuhkan sebuah konsep pengelolaan sampah yang berupa pemetaan potensi sampah itu sendiri dan adanya sebuah kebijakan dari sekolah. Untuk sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kompos dengan hasil Rp 98,800 sampai Rp 62.100, sedangkan sampah anorganik bisa dimanfaatkan untuk dibuat kerajinan ataupun dijual kepengepul sampah dengan hasil Rp 6.582 sampai dengan Rp 5.720 | en_US |