| dc.description.abstract | Slump test beton merupakan parameter yang di gunakan untuk mengetahui tingkat kelecekan suatu adukan beton, yaitu keenceran atau kepadatan adukan yang berguna dalam kemudahan pengerjaan adukan beton. Adanya permasalahan yang terjadi pada pencampuran beton biasa, yaitu pada pengujian slump, di mana slump geser sering terjadi sehingga bilamana terjadi jenis slump ini maka pegujian slump di lakukan ulang untuk mengulang percobaan tersebut membutuhkan waktu yang cukup banyak sehingga penuangan beton ke kerucut mengalami penundaan. Penundaan ini akan mengakibatkan kehilangan faktor air semen karena penguapan beton serta akibat terserapnya oleh agregat, selain itu bila perlu adukan diadukan lagi sebelum dilakukan pengujian agar tidak terjadi pemisahan dari adukan. Untuk menghindari pengujian slump yang berulang pada penelitian ini mencoba menggunakan nilai tahanan yang ada adukan beton tersebut. Penelitian nilai tahanan pada adukan beton dengan penggunaan variasi f.a.s 0,45; 0,46; 0,47; 0,48; 0,49; 0,50; 0,51; 0,52; 0,53; 0,54 dengan tujuan mencari grafik hubungan nilai slump menggunakan kerucut Abrams dengan nilai tahanan yang diukur secara langsung menggunakan multimeter selain itu untuk mencari alternatif pengukuran nilai slump campuran beton secara tidak langsung apabila hubungan antara nilai slump pada tiap variasi fas dengan nilai tahanan bersifat konsisten dan mencari pengaruh variasi nilai fas terhadap nilai tahanan. Pertimbangan menggunakan nilai tahanan dalam campuran beton karena bahan-bahan yang terkandung dalam campuran beton memiliki sifat konduktor listrik, Isolator dan ada juga yang bersifat Semikonduktor, misalnya semen, pasir, dan agregat sebagian besar mengandung unsur Silikon (Si) sebagai pembentuk utamanya. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada kenaikan nilai tahanan yang terbaca pada campuran beton bertahap naik dengan naiknya nilai fas yang diujikan, pada f.a.s 0,53 nilai tahanan 182,pada f.a.s 0,53 nilai tahanan 17,32 mengalami penurunan dan mengalami kenaikan lagi pada f.a.s 0,54 dengan nilai tahanan 17,892. Pada hubungan nilai slump dan nilai tahanan, nilai tahanan cenderung mengalami kenaikan, pada slump 1,5-7,2cm nilai tahanan cenderung mengalami kenaikan. Pada nilai slump 7,74cm nilai tahanan 17,32 mengalami penurunan dan mengalami kenaikan lagi pada slump 8,1cm dengan nilai tahanan 17,892. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa nilai tahanan selain dipengaruhi sifat konduktor, Isolator, Semikonduktor pada material yang digunakan juga dipengaruhi oleh resistivitas dan konduktivitas suatu material dalam menghantarkan listrik. | en_US |